telusur.co.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Rabu (7/12/22) pagi. Tiga polisi terluka dalam peristiwa itu.
"Tindakan keji itu sangat tidak dapat dibenarkan. Kami tegas mengutuk aksi tersebut," ujar Politikus PSI, Christian Julianto, Rabu (7/12/22).
Christian menyatakan, ada banyak cara-cara beradab yang bisa dilakukan dalam menyatakan pendapat. Adapun, aksi bom bunuh diri menodai nilai-nilai kemanusiaan.
"Sama sekali tidak bermanfaat. Tujuan tidak tercapai, justru mudarat jauh lebih besar," tutur anggota DPRD Kota Bandung ini.
Christian berpendapat, tragedi tersebut mengindikasikan teroris masih ada di Indonesia. Dirinya mendorong aparat keamanan waspada serta meminta warga Bandung tetap tenang dan tak terprovokasi.
"PSI juga meminta Pemkot (Pemerintah Kota) Bandung bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk terus menjaga keamanan," ucapnya.
Berdasarkan keterangan Polrestabes Bandung, aksi bom bunuh diri terjadi saat para personel Polsek Astanaanyar melakukan apel pagi. Lalu, seorang tamu laki-laki masuk dan mengacungkan senjata tajam.
Para anggota pun mencoba menjauhi pelaku. Tidak lama berselang, bom yang ada di tubuh pelaku meledak dan menewaskannya.
Tiga polisi juga mengalami luka-luka dalam insiden ini. Selain itu, beberapa sisi di Mapolsek Astanaanyar mengalami kerusakan.
Pascainsiden, Densus 88 Antiteror Polri mendatangi lokasi untuk pendalaman. Penjagaan juga diperketat dengan memasang garis polisi dalam radius 300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).[Fhr]



