Romo Syafi’i Dorong KUA Menjadi Layanan Keagamaan Solutif dan Responsif - Telusur

Romo Syafi’i Dorong KUA Menjadi Layanan Keagamaan Solutif dan Responsif

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i. foto ist

telusur.co.id - Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat, sehingga kualitas layanan harus selalu ditingkatkan dan tidak boleh lambat maupun berbelit-belit. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Jumat, dalam rangka menyoroti pentingnya pelayanan publik keagamaan.

“Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Jangan sampai masih ada keluhan layanan KUA yang lambat atau berbelit-belit. KUA harus menjadi pusat layanan keagamaan yang solutif, inklusif, dan responsif,” ujar Romo Syafi’i.

Menurutnya, keberadaan KUA hingga tingkat kecamatan menjadikan unit layanan ini sebagai titik temu utama masyarakat dengan negara dalam urusan keagamaan. Persepsi publik terhadap Kementerian Agama sangat dipengaruhi oleh pengalaman layanan yang diterima di KUA.

Romo Syafi’i mendorong agar program Revitalisasi KUA terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menyiapkan dan melayani umat masa depan. Ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga mencerminkan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat secara bermartabat.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, melaporkan bahwa capaian kinerja layanan menunjukkan tren positif. Indeks Layanan Bimbingan Perkawinan, misalnya, telah mencapai skor 82 dan dinilai efektif dalam memperkuat ketahanan keluarga.

Namun, Dirjen Bimas Islam mengakui layanan zakat dan wakaf masih perlu penguatan lebih lanjut. Saat ini, indeks layanan di sektor tersebut baru mencapai skor 57,2 dan menjadi fokus perbaikan ke depan.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan Bimas Islam juga disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. Ia mengapresiasi capaian kinerja yang terukur melalui berbagai indeks layanan dan menegaskan komitmen DPR untuk mendukung kebijakan serta anggaran yang dibutuhkan.

“Indeks penilaian layanan keagamaan kita menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Komisi VIII tentu akan terus mendukung agar rekomendasi Rakernas ini benar-benar berdampak pada peningkatan layanan kepada masyarakat,” kata Marwan. [ham]


Tinggalkan Komentar