Sinergi Pariwisata dan UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah, Nila Yani Dorong Business Matching - Telusur

Sinergi Pariwisata dan UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah, Nila Yani Dorong Business Matching

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti

telusur.co.id - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sektor pariwisata. Menurutnya, pertumbuhan destinasi wisata akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi para pelaku UMKM di daerah.

Nila mengatakan pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan UMKM karena keduanya saling mendukung dan membutuhkan integrasi yang kuat agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Bagaimanapun sektor pariwisata selalu berdampingan dengan sektor UMKM. Ketika ada destinasi wisata yang berkembang, tentu akan membawa manfaat bagi teman-teman UMKM dan masyarakat lokal," ujar Nila dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian yang seimbang kepada kedua sektor tersebut agar dapat tumbuh secara beriringan dan saling memperkuat.

"Keduanya harus benar-benar sama-sama diperhatikan oleh negara. Harus bisa bertumbuh beriringan, bukan hanya salah satu. Sinergi dan kolaborasi juga sangat diperlukan antara sektor pariwisata dan UMKM," katanya.

Menurut legislator dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut, kolaborasi tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para pelaku usaha di sektor pariwisata dan UMKM.

Pemerintah Diminta Perkuat Business Matching

Lebih lanjut, Nila menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM dan pariwisata tidak cukup hanya melalui pelatihan maupun pembinaan. Pemerintah, menurutnya, perlu menghadirkan kebijakan yang mampu membuka akses pasar secara nyata bagi para pelaku usaha.

"Saya selalu memberikan saran kepada Kementerian Pariwisata bahwa ini tidak bisa hanya berhenti di pelatihan dan pembinaan saja," ujarnya.

Ia menilai para pelaku UMKM maupun pengelola destinasi wisata pada dasarnya memiliki kemampuan untuk berkembang secara organik. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mempertemukan produk dan layanan mereka dengan pasar yang lebih luas.

"Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah membangun business matching atau memfasilitasi teman-teman dari UMKM maupun sektor pariwisata agar produknya terus dinikmati dan konsumennya terus hadir," jelasnya.

Nila berharap langkah tersebut dapat meningkatkan penggunaan produk-produk lokal sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

"Ketika konsumen benar-benar menggunakan barang-barang lokal dari UMKM maupun menikmati sektor pariwisata, maka strategi pemerintah akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha di lapangan," tutupnya.


Tinggalkan Komentar