Soroti Pengembangan Bandara, Legislator Mori Bilag Begini - Telusur

Soroti Pengembangan Bandara, Legislator Mori Bilag Begini

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi

telusur.co.id - Pengembangan bandara di berbagai daerah perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, menegaskan bahwa keberadaan bandara harus ditopang oleh maskapai, potensi penumpang, serta pasar yang jelas.

Mori menilai bandara yang memiliki infrastruktur bagus belum tentu dapat beroperasi secara optimal apabila tidak didukung oleh maskapai yang membuka rute dan jumlah penumpang yang memadai.

“Bandara itu bisa hidup, nggak cuma bandaranya bagus, tapi harus di-support oleh maskapai,” ujar Mori dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, kondisi industri penerbangan saat ini juga belum memungkinkan maskapai melakukan ekspansi armada secara besar-besaran ke seluruh bandara yang tengah didorong pemerintah. Karena itu, pembangunan maupun pengembangan bandara harus mempertimbangkan kemampuan pasar untuk menopang operasionalnya.

Mori mengingatkan, rendahnya jumlah penumpang dapat membuat pemerintah harus menggelontorkan subsidi agar maskapai bersedia membuka atau mempertahankan rute penerbangan. Jika tidak dihitung secara matang, kebijakan tersebut justru berpotensi menjadi beban jangka panjang bagi keuangan negara.

“Saya khawatir nanti kalau kita dorong, kita boncos kebanyakan subsidinya. Kalau kita mau minta layanan terbang di situ, karena penumpangnya sepi, mungkin kita harus subsidi dalam rangka menghidupkan bandara itu,” katanya.

Karena itu, Mori meminta setiap rencana pengembangan bandara terlebih dahulu melalui studi kelayakan yang komprehensif. Kajian tersebut harus mampu memetakan potensi penumpang, kebutuhan penerbangan, prospek ekonomi, hingga kemampuan pasar dalam menjaga keberlangsungan operasional bandara.

“Jadi maksud saya, ide bagus ini perlu dilakukan, perlu studi kelayakan dulu, hati-hati,” tegasnya.

Kertajati Jadi Pelajaran

Mori kemudian menyinggung Bandara Kertajati di Jawa Barat sebagai salah satu contoh pentingnya perencanaan berbasis pasar. Pemerintah, kata dia, telah berulang kali berupaya meningkatkan aktivitas bandara tersebut, termasuk dengan mengalokasikan anggaran untuk mendorong penggunaannya.

Namun, berbagai intervensi tersebut dinilai belum sepenuhnya menghasilkan kondisi yang diharapkan.

“Kita contohnya Bandara Kertajati kan beberapa kali kita coba bangkitkan, tapi itu nggak berhasil. Padahal, mohon maaf ya, beberapa uang yang sudah kita keluarkan, anggaran untuk bagaimana supaya bandara itu sudah banyak, nggak berhasil,” ujar Mori.

Dari pengalaman tersebut, ia meminta pemerintah tidak mengulangi pendekatan yang sama dalam mengembangkan bandara lain. Infrastruktur, menurutnya, harus dibangun berdasarkan kebutuhan nyata dan potensi pasar, bukan sekadar mengejar tersedianya fasilitas transportasi udara di suatu daerah.

“Harus berorientasi pada kepentingan pasar, itu yang paling utama. Jangan sampai pasarnya nggak ada, kita paksakan,” katanya.

Jalan Jadi Penopang Swasembada Pangan

Selain menyoroti sektor penerbangan, Mori juga meminta pemerintah memperkuat pembangunan jalan penghubung antarwilayah, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

Menurutnya, konektivitas jalan merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung program swasembada pangan. Produksi pertanian yang meningkat tidak akan memberikan dampak maksimal apabila hasil panen sulit didistribusikan dari sentra produksi menuju pusat konsumsi dan pasar.

“Swasembada pangan itu nggak bisa sukses kalau tidak jalannya ada. Itu nggak bisa,” tegasnya.

Ia pun berharap pembangunan jalan yang menghubungkan daerah-daerah produksi dengan pusat ekonomi mendapat perhatian serius pemerintah.

“Karena itu, saya tetap berharap infrastruktur-infrastruktur, yaitu jalan-jalan yang menghubungkan antar daerah dalam rangka swasembada pangan, ini benar-benar diperhatikan di negara ini,” pungkas Mori.


Tinggalkan Komentar