Tembus Final Perdana Super 300, Ali Faathir/Devin Tampil Tanpa Beban di Macau Open 2026 - Telusur

Tembus Final Perdana Super 300, Ali Faathir/Devin Tampil Tanpa Beban di Macau Open 2026

Pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi

telusur.co.id - Pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, sukses mencatatkan sejarah dengan menembus final perdana turnamen level BWF Super 300 setelah melaju ke partai puncak Macau Open 2026.

Bertanding di Macau, Sabtu (20/6), unggulan keempat tersebut tampil dominan saat menyingkirkan pasangan Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, dengan skor meyakinkan 21-12, 21-12 pada babak semifinal.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian spesial bagi Ali dan Devin setelah sebelumnya mereka kerap terhenti di babak-babak awal berbagai turnamen.

“Alhamdulillah, yang pasti senang dan bangga bisa masuk final perdana di BWF Super 300. Pastinya tidak mudah untuk bisa bangkit lagi, karena sebelumnya kami kalah terus di babak-babak awal,” ujar Ali Faathir Rayhan dalam keterangan yang diterima Sabtu (20/6/2026).

Ali mengungkapkan, kunci kemenangan mereka adalah fokus pada setiap poin dan tidak membebani diri dengan ekspektasi yang terlalu tinggi.

“Sebelum laga tadi, kami tidak terlalu mau berekspektasi berlebihan. Kami mencoba untuk selalu fokus per poin dan pada pola permainan yang sudah disiapkan,” katanya.

Menurut Ali, pengalaman yang dimiliki pasangan Malaysia menjadi tantangan tersendiri.

“Keunggulan lawan menurut saya, mereka bermain lebih dewasa karena bisa dibilang pemain senior dan sudah memiliki banyak pengalaman,” tambahnya.

Sementara itu, Devin Artha Wahyudi bersyukur dapat tampil dalam kondisi prima dan mengeluarkan permainan terbaiknya sepanjang pertandingan.

“Alhamdulillah bisa bermain tanpa cedera dan menampilkan permainan terbaik. Kami tadi hanya bermain se-enjoy mungkin dan menikmati pertandingan. Kami tidak berpikir menang atau kalah dulu, tetapi fokus bermain bagus,” ungkap Devin.

Strategi tanpa banyak memainkan bola lambung atau "no lob" menjadi salah satu senjata yang efektif untuk menekan pasangan Malaysia.

“Tadi kami menerapkan pola no lob. Di situ lawan tertekan dan tidak nyaman. Mereka jadi sering mengangkat bola sehingga kami lebih leluasa untuk menyerang,” jelasnya.

Menatap laga final, pasangan muda Indonesia itu memilih untuk tetap tenang dan menikmati momen.

“Persiapan untuk final besok adalah istirahat yang bagus, recovery yang bagus, dan yang paling penting pikirannya harus tetap enjoy. Soal bertemu siapa, lawan siapa saja saya siap,” tegas Devin.


Tinggalkan Komentar