telusur.co.id -Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengungkapkan salah satu faktor utama Macan Kemayoran gagal tampil sebagai juara Super League 2025/2026.
Ia mengakui bahwa kelemahan Persija musim ini adalah tidak memiliki penyerang haus gol di lini depan. Ia membandingkan ketika Persija menjadi juara Liga 1 tahun 2018 lalu, lini depan Persija diisi striker tajam di dalam diri Marko Simic.
Menurutnya, ketidakhadiran penyerang tajam tersebut membuat Persija gagal bersaing dalam perburuan gelar juara pada pekan-pekan krusial. Alhasil, Persija harus puas finis di posisi ketiga klasemen.
"Kami tidak mempunyai goal getter. Jadi saat bola itu sudah sampai ke depan, susah untuk membuat gol," kata Ardhi dikutip dari Antara, Rabu (21/5).
Kala itu, Ardhi juga menjabat sebagai manajer mampu membuka puasa gelar Liga Indonesia Persija selama 17 tahun. Kehadiran Simic di lini depan membantu pencapaian tersebut dengan kontribusi raihan 28 gol bagi Macan Kemayoran. Bahkan, perolehan gol pemain asal Kroasia tersebut lebih dari setengah total jumlah gol Persija di musim tersebut yang berjumlah 53 gol.
Pada musim ini, Persija sebenarnya memiliki deretan penyerang mumpuni di lini serang. Namun, hanya Emaxwell Souza yang mencetak dua digit gol dengan raihan 15 gol. Sementara itu, Gustavo Almeida hanya menyarangkan 8 gol disusul penyerang lokal Eksel Runtukahu dengan 6 gol.
Pada putaran kedua, Persija menambah amunisi baru di lini serang dengan mendatangkan penyerang asal Maroko Aleeaddine Ajaraie dan talenta musa Mauro Zijlstra. Namun, performa keduanya masih jauh dari harapan.
Kendati demikian, kekurangan sosok penyerang tajam di Persija, Ardhi menilai ada raihan positif dari tim asuhan Mauricio Souza musim ini. Musim ini, perolehan poin total tim lebih baik dibandingkan kala menjadi juara 2018 lalu.
Persija pada Super League musim ini meraih 68 poin dan bisa bertambah dengan menyisakan satu laga lagi melawan Semen Padang pada Sabtu (23/5) nanti di Jakarta International Stadium (JIS).
Koleksi poin tersebut melampaui saat mereka menjuarai Liga 1 tahun 2018 lalu dengan 62 poin. Porsi kemenangan Persija pun lebih baik dari musim tersebut yaitu 21 kemenangan berbanding 18 kemenangan.
"Kalau saya rasa, lebih baik dari saya 2018, ya. Karena dari materi pemain, kemudian di pertandingan-pertandingan kami lebih banyak menang juga daripada tahun 2018," tutup Ardhi.



