telusur.co.id - Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok sebagai titik penguatan komitmen untuk terus berbenah dan berkembang.
Hal itu ia sampaikan saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Depok, Kamis (23/4/2026).
Dia menyebut, di usia yang semakin matang, Depok telah mencatat berbagai capaian pembangunan, khususnya dalam pemenuhan layanan dasar masyarakat.
"Alhamdulillah, di usia ke-27 ini Depok terus menunjukkan perkembangan. Capaian di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan harus terus ditingkatkan," ujar Yeti.
Sebagai kota urban dengan luas sekitar 200 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa, Yeti menilai, Depok tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan khas perkotaan.
Dia mengungkapkan, kemacetan menjadi persoalan utama yang dipicu kepadatan penduduk. Selain itu, persoalan banjir juga masih terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki karakter geografis sebagai daerah resapan dan dataran rendah.
"Ketika curah hujan tinggi, wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir. Ini menjadi tantangan yang harus ditangani secara berkelanjutan," kata Yeti.
Tak hanya itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Sistem pengelolaan di TPA Cipayung yang masih menggunakan metode open dumping bahkan telah mendapat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Namun demikian, Yeti menyambut baik rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik yang akan dikerjakan bersama pemerintah pusat.
Di sektor kesehatan, dia menuturkan bahwa fasilitas puskesmas kini telah tersedia hampir di seluruh kelurahan. Meski begitu, lanjut Yeti, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.
"Kolaborasi antara dinas kesehatan dan dinas sosial penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa terlayani dengan optimal," jelas Yeti.
Lebih jauh, Yeti menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci menghadapi bonus demografi.
Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2,3 juta jiwa, dia berharap SDM Depok dapat menjadi kekuatan pembangunan, bukan sebaliknya.
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi. Wakil rakyat dapil Cimanggis itu menyoroti masih belum meratanya ketersediaan sekolah negeri, terutama SMA dan SMP di sejumlah kecamatan.
"Masih ada wilayah yang belum memiliki SMA negeri, bahkan beberapa SMP masih menumpang. Ini perlu menjadi perhatian serius," tegas Yeti.
Lebih lanjut, Yeti berharap, Depok di usia ke-27 dapat terus tumbuh menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh warganya.
Laporan: Malik Sihite



