JAKARTA, Komisi V DPR RI akan memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub), otoritas pelabuhan atau syahbandar, serta operator KMP Virgo Transport 8 menyusul kecelakaan kapal yang menewaskan sedikitnya enam orang di perairan Laut Jawa.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggungjawaban atas insiden kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut.
“Kami akan segera panggil untuk meminta pertanggungjawaban penuh atas insiden KMP Virgo Transport 8,” kata Huda, Minggu (13/9/2026).
Huda menilai kecelakaan KMP Virgo Transport 8 tidak cukup dilihat semata-mata sebagai akibat cuaca buruk atau musibah pelayaran.
Menurut dia, rentetan kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan keselamatan transportasi laut.
“Ini adalah akumulasi dari kelalaian sistemik dan lemahnya pengawasan. Saya mendesak Kemenhub untuk mengambil kebijakan radikal, bukan lagi sekadar teguran administratif atau inspeksi reaktif pasca-kejadian,” ujarnya.
Huda menyinggung sejumlah kecelakaan laut sebelumnya, antara lain KMP Mutiara Sentosa II, KM Prince Soya, KMP Putri Yasmin, dan KM Nurul Salsa.
Rentetan insiden tersebut, kata dia, semestinya menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem pengawasan kapal, mulai dari kelayakan armada, pengawasan keberangkatan, hingga kepatuhan operator terhadap standar keselamatan.
Di sisi lain, Huda meminta Basarnas dan seluruh unsur terkait memaksimalkan operasi pencarian terhadap penumpang yang masih belum ditemukan.
“Kami berharap proses pencarian dan penyelamatan ini berlangsung optimal,” kata politikus PKB tersebut.
Ia juga meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis serta memastikan hak kompensasi bagi keluarga korban terpenuhi.
KMP Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal tersebut membawa sekitar 243 penumpang.
Basarnas mencatat hingga proses pencarian berlangsung, enam orang ditemukan meninggal dunia dan 97 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, 140 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan mengerahkan unsur laut dan udara untuk menyisir perairan Laut Jawa di sekitar lokasi kecelakaan. RD