telusur.co.id - Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda menekankan pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Menurut Herwyn, sebagai lembaga publik yang bertugas menjaga suara rakyat, Bawaslu harus terbuka terhadap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas kelembagaan.
"Bawaslu itu kan lembaga publik. Salah satu ciri khas lembaga publik kan dibutuhkan akuntabilitas. Akuntabilitas itu diukur terkait dengan apa yang telah dilakukan oleh Bawaslu," kata Herwyn dalam kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu RI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Dia menilai, partisipasi publik penting untuk memastikan kerja-kerja Bawaslu berjalan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepada lembaga tersebut.
"Nah, apalagi Bawaslu itu kan lembaga negara yang bertugas menjaga suara rakyat, oleh karena itu partisipasi publik sangat penting untuk melihat apakah Bawaslu sudah bekerja di rangka yang benar. Karena ini sebagai bagian dari tanggung jawab Bawaslu," jelasnya.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu RI itu mengatakan informasi dan masukan yang disampaikan publik juga dapat menjadi bahan evaluasi internal lembaga pengawas pemilu.
"Informasi-informasi yang ada di publik akan menjadikan bahan koreksi secara internal. Terutama kalau di Divisi SDM kami akan melakukan memperbaiki kurikulumnya," ujarnya.
Selain evaluasi internal, Bawaslu juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang kehumasan.
"Terutama juga kalau dari memperkuat kapasitas SDM di bidang kehumasan. Supaya nantinya Bawaslu itu, terutama humas itu, dia adaptif dan responsif dalam membaca situasi dan kondisi yang ada," kata Herwyn.
Dengan penguatan tersebut, ia berharap jajaran humas Bawaslu mampu menyampaikan informasi mengenai kerja-kerja kelembagaan secara kontekstual dan mudah dipahami masyarakat.
"Supaya secara kontekstual bisa menginformasikan apa yang telah dilakukan oleh Bawaslu kepada publik," pungkasnya.[Nug]