Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan ambisinya membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Target tersebut dinilai realistis seiring dengan semakin seriusnya negara-negara Asia Tenggara meningkatkan kekuatan tim nasional masing-masing.
Erick menyebut sejumlah negara tetangga telah melakukan percepatan, termasuk melalui proses naturalisasi pemain, untuk meningkatkan kualitas skuad menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.
"Karena saya melihat keseriusan dari negara-negara tetangga untuk FIFA Matchday ini terjadi banyak sekali percepatan, juga naturalisasi," kata Erick Thohir kepada awak media, Senin (14/9/2026).
Malaysia menjadi salah satu negara yang menurut Erick melakukan langkah agresif dalam memperkuat tim nasionalnya. Begitu pula Vietnam yang baru saja menjadi juara AFF dan kembali menambah pemain naturalisasi.
"Malaysia kemarin kalau tidak salah mungkin lima sampai tujuh naturalisasi yang didorong untuk FIFA ASEAN ini. Vietnam yang juara AFF, memang luar biasa timnya, menambah lagi dua naturalisasi, salah satunya dari Afrika," lanjutnya.
Situasi tersebut membuat PSSI tidak ingin sekadar menjadi peserta. Erick menegaskan Indonesia juga memiliki target tinggi pada ajang yang akan berlangsung di Tanah Air tersebut.
"Nah, tentu Indonesia ingin juara juga, ya," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons Erick terhadap sikap pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang sebelumnya menyebut dirinya sebagai sosok yang ambisius. Herdman memang ditargetkan membawa Skuad Garuda bersaing untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Erick menjelaskan, ambisi tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. PSSI telah memiliki target jangka panjang untuk meningkatkan level sepak bola Indonesia, termasuk melalui berbagai program dan penunjukan pelatih Timnas Indonesia.
"Ada beberapa pelatih Tim Nasional ditargetkan pada saat itu untuk lolos, ya. Ada juga yang persiapan sebelumnya," jelasnya.
Ia pun mengakui bahwa ambisi PSSI dan dirinya sebagai Ketua Umum memang sangat tinggi. Namun, menurut Erick, target besar diperlukan agar sepak bola Indonesia memiliki arah dan mimpi yang jelas.
"Jadi semuanya saya rasa tadi yang disampaikan Coach John bahwa PSSI hari ini ambisius, Ketua Umumnya ambisius, ya saya mengucapkan mohon maaf," ujar pria yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Erick kemudian mengingatkan bahwa target besar tersebut merupakan bagian dari visi yang pernah dipresentasikan PSSI kepada FIFA setelah tragedi Kanjuruhan. Saat itu, PSSI memiliki rencana jangka panjang untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia.
"Ya tidak lain ini bagian dari yang kita presentasikan kepada FIFA setelah Kanjuruhan waktu itu. Kita ingin lolos Piala Dunia tahun 2038 kalau tidak salah, cuman kemarin kita lihat ada momentum, kita percepat kebangkitan bola kita," terangnya.
Menurut Erick, percepatan tersebut harus dimanfaatkan Indonesia. Perubahan peta persaingan sepak bola Asia Tenggara membuat PSSI harus berani memasang target tinggi sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk mencapainya.
Erick menegaskan, memiliki mimpi besar bukan berarti mengabaikan proses. Justru, target tersebut harus diikuti kerja keras dan konsistensi dalam program pembinaan serta pengembangan Timnas Indonesia.
"Mohon maaf kalau dilihat dengan perspektif yang berbeda. Kita harus punya mimpi setinggi-tingginya, ya proses dan kesehariannya yang kita harus jaga," tutupnya.