Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Amure: Wajib Diusut! - Telusur

Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Amure: Wajib Diusut!

Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly. Foto:Ist

telusur.co.id -Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, atau yang akrab disapa Amure, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk segera mengusut tuntas dugaan praktik saling pinjam siswa dan keberadaan siswa fiktif di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Sampang, Madura.

Sekolah yang dimaksud adalah SDN 1 Batuporo Timur, yang beralamat di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung.

Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan proses distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut, meskipun disebutkan tidak ada aktivitas siswa di lokasi. Video itu direkam langsung oleh seorang warga setempat bernama Zainuddin.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Jika benar sebuah sekolah menerima program negara tanpa keberadaan siswa yang nyata, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bisa menjadi pelanggaran serius dalam dunia pendidikan, wajib diusut,” tegas Amure, Rabu (21/1/2026).

Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan, praktik saling pinjam siswa atau pencatatan siswa fiktif berpotensi merugikan negara dan mencederai tujuan utama program pendidikan dan pemenuhan gizi anak.

“Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk kepentingan peserta didik. Kalau siswanya tidak ada, lalu untuk siapa anggaran itu disalurkan? Ini harus diusut secara transparan dan tuntas,” ujarnya.

Amure menegaskan, apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pencatatan siswa fiktif, maka kasus tersebut dapat masuk ke ranah pidana.

“Saya mendesak Kemendikdasmen tidak menutup mata. Lakukan audit menyeluruh, libatkan aparat pengawas internal, dan jika perlu serahkan kepada aparat penegak hukum. Dunia pendidikan tidak boleh dicemari praktik manipulatif,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video penyaluran MBG ke sebuah sekolah dasar berdurasi 3 menit 38 detik yang disebut tidak memiliki siswa aktif viral di media sosial. Informasi tersebut disampaikan oleh perekam video yang mengaku bernama Zainuddin.

Dalam video itu disebutkan bahwa di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, terdapat lembaga pendidikan SDN 1 Batuporo Timur yang menerima jatah MBG, meskipun tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki siswa.

“Di sini ada lembaga sekolah SDN 1 Batuporo Timur, di mana setiap harinya mendapatkan bantuan MBG sebanyak 63 porsi. Namun di lembaga SDN 1 Batuporo Timur ini tidak pernah ada aktivitas belajar mengajar karena di sekolah ini tidak ada siswa dan siswi yang aktif bersekolah,” kata Zainuddin dalam video tersebut dikutip Rabu (21/1/2026).


Tinggalkan Komentar