telusur.co.id - Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo, memaparkan arah pembangunan serta visi kepemimpinan organisasi ke depan dalam acara halal bihalal yang digelar di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Dalam sambutannya, Firman menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi, menjaga persatuan, serta meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi masyarakat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut meskipun dipersiapkan dalam waktu singkat.
“Kegiatan ini kami rancang kurang lebih satu minggu. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam kenyamanan, karena konsep acara dibuat terbuka agar suasana lebih segar dan akrab,” ujarnya.
Firman juga menjelaskan makna simbolis dari busana yang dikenakannya. Warna kuning disebut melambangkan harapan akan masa depan yang lebih cerah, sementara batik mencerminkan perlunya perubahan sikap menjadi lebih terbuka dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan ucapan minal aidin wal faizin serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota IKKP, khususnya atas kekhilafan selama dua periode kepemimpinannya.
Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, terutama di tengah tantangan era digital yang kerap memicu perbedaan pendapat.
Firman juga menyoroti dinamika yang terjadi di Kabupaten Pati. Ia menyebut daerah yang dahulu dikenal tenang kini mengalami perubahan akibat perkembangan sosial, politik, dan teknologi. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota IKKP untuk berperan aktif menjaga nilai-nilai positif di masyarakat.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan organisasi, termasuk kegiatan sosial selama bulan Ramadan. Bantuan yang dihimpun disalurkan kepada masyarakat membutuhkan seperti kaum dhuafa dan anak yatim.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Firman juga menyampaikan kontribusinya dalam program pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Pati. Program tersebut meliputi pengembangan pertanian, ekspor komoditas, hingga pembangunan kawasan perikanan modern.
Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam berorganisasi. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan tidak boleh hanya sebatas ajang silaturahmi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kumpul-kumpul tidak boleh hanya sekadar silaturahmi, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Firman menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan berkomitmen. Ia berharap ke depan IKKP dapat dipimpin oleh sosok yang memiliki dedikasi tinggi serta mampu membawa organisasi menjadi lebih maju.
Ia juga menambahkan bahwa IKKP kini telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sehingga diharapkan dapat berkembang sebagai organisasi yang profesional dan taat hukum.
Acara halal bihalal tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, anggota IKKP, serta perwakilan dari berbagai bidang profesi yang tergabung dalam organisasi tersebut. [ham]



