telusur.co.id -Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, turut menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda (Jembatan III) di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (9/4).
Proyek infrastruktur ini diyakini akan menjadi penggerak utama roda ekonomi dan aksesibilitas masyarakat kelurahan Harjasari.
Jembatan yang berlokasi di wilayah RT 04/RW 04 tersebut merupakan bagian dari program nasional yang diprakarsai oleh TNI. Kolaborasi intensif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, DPRD Kota Bogor, dan unsur TNI-Polri terwujudnya proyek ini guna mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah yang sulit dijangkau.
Dalam sambutannya, Rusli Prihatevy mengapresiasi inisiatif tinggi pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
"Kami di DPRD sangat mendukung langkah nyata ini. Pesan saya, manfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk mempermudah akses pendidikan dan ibadah. Jembatan ini bukan sekadar beton, tapi urat nadi ekonomi warga Harjasari," kata Rusli dalam keterangannya di lokasi.
Sementar itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa proyek Jembatan Garuda merupakan representasi hadirnya negara di tengah masyarakat. Ia menyebut program nasional ini memiliki target ambisius, yaitu membangun 10 hingga 15 jembatan dalam periode setiap bulannya di seluruh Indonesia.
"Jembatan di Harjasari ini sangat strategis. Ini adalah bentuk hadirnya negara melalui sinergi TNI dan Polri dalam membantu masyarakat. Kami berterima kasih atas dedikasi TNI yang membantu memudahkan akses warga menuju tempat ibadah dan sekolah," ungkap Jenal.
Di sisi lain, Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Kavaleri Gan Gan Rusgandara yang turut hadi di lokasi, menjelaskan pihaknya menargetkan pembangunan satu jembatan setiap bulan, khususnya untuk wilayah Korem 061/Surya Kancana,
Penentuan lokasi Harjasari bukan tanpa alasan. Menurut Gan Gan, pihaknya bersama Pemkot dan DPRD telah melakukan survei untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pihaknya menetapkan prioritas kriteria utama yang diambil adalah urgensi akses pendidikan, ekonomi, serta penghubung antarwilayah.
"Kami melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Tujuannya agar muncul rasa memiliki (sense of belonging), sehingga warga juga turut menjaga dan merawat jembatan ini ke depannya," jelas Gan Gan.



