telusur.co.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi membuka Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam menyiapkan sistem pendidikan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Dalam sambutannya di hadapan 332 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru, Gus Ipul menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang adaptif. Ia menegaskan bahwa metode pengajaran tidak boleh diseragamkan, melainkan harus disesuaikan dengan kemampuan awal serta kebutuhan masing-masing siswa.
“Ajarkan pemahaman, bukan hafalan. Dorong siswa untuk menganalisis dan berpikir mandiri,” ujarnya.
Salah satu pendekatan yang diangkat adalah penggunaan tes DNA Talent untuk mengidentifikasi potensi dan karakter belajar siswa. Dengan pendekatan ini, proses pendidikan di Sekolah Rakyat diharapkan lebih personal dan efektif.
Selain metode pembelajaran, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam manajemen sekolah. Ia menyebut bahwa 50 persen keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kualitas perencanaan, mulai dari kurikulum, rencana kerja tahunan, hingga sistem evaluasi yang terukur.
Tak hanya itu, transparansi dalam pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian utama. Kepala sekolah diminta memastikan setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Dalam konteks kepemimpinan, Gus Ipul menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran sentral selama 24 jam, tidak hanya dalam kegiatan belajar di kelas tetapi juga dalam pembinaan karakter siswa di lingkungan asrama. Guru berperan membentuk pola pikir, sementara wali asuh mendampingi pembiasaan perilaku sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, termasuk hasil asesmen siswa, evaluasi pembelajaran, hingga kondisi kesehatan siswa sebagai dasar pengambilan keputusan.
Di era digital, Sekolah Rakyat didorong untuk mengintegrasikan literasi teknologi melalui bahan ajar modern dan media interaktif. Namun, pengawasan ketat tetap diperlukan. Gus Ipul mengingatkan agar penggunaan perangkat seperti laptop dibatasi hanya di ruang kelas dan akses internet dikontrol demi menjaga fokus belajar siswa.
“Lingkungan belajar harus aman, fokus, dan produktif,” tegasnya.
Pelatihan ini disambut antusias oleh peserta, salah satunya Reni Lasmana Sinaga yang menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkontribusi dalam program Sekolah Rakyat.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Jenderal Kemensos, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.



