Rupiah Melemah ke Rp17.799 per Dolar AS, Pasar Soroti Prospek Saham - Telusur

Rupiah Melemah ke Rp17.799 per Dolar AS, Pasar Soroti Prospek Saham

Rupiah melemah atas Dollar. Sumber foto: ist

telusur.co.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan melemah hingga menyentuh level Rp17.799 per dolar Amerika Serikat pada, Kamis, (28/5/2026). Pelemahan ini memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi perekonomian nasional, mulai dari kenaikan biaya impor, tekanan inflasi, hingga beban utang luar negeri yang semakin besar.

Dikutip dari Investor Daily, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah fluktuasi mata uang yen Jepang yang mendekati level terendah pada Mei. Kondisi tersebut disebut turut dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik di Iran yang kembali memanas.

Pelemahan rupiah biasanya berdampak langsung terhadap harga barang impor, biaya produksi industri, serta sektor-sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap mata uang dolar AS. Selain itu, tekanan kurs juga dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas pasar keuangan domestik.

Di tengah kondisi tersebut, saham PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN justru dinilai masih memiliki prospek menarik. Perusahaan energi terbarukan tersebut disebut berada pada jalur yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

Meski saham BREN baru saja keluar dari indeks MSCI Global Standard, sejumlah analis melihat peluang penguatan harga sahamnya masih terbuka lebar.

Riset Henan Putihrai Sekuritas menyebut BREN memiliki aset berkualitas yang diperkuat kontrak jangka panjang dengan PT PLN (Persero). Kerja sama tersebut diproyeksikan mampu menopang pertumbuhan laba bersih perseroan dalam beberapa tahun mendatang.

HPS bahkan memberikan rekomendasi buy untuk saham BREN dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan hingga 63 persen dibanding posisi harga saat riset diterbitkan.

Dalam satu tahun terakhir, saham BREN tercatat bergerak di kisaran Rp2.380 hingga Rp10.725. Sementara itu, harga terakhir berada di level Rp2.640 per saham.

Kondisi rupiah yang terus melemah diperkirakan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam waktu dekat. Namun di sisi lain, sektor energi terbarukan seperti yang digeluti PT Barito Renewables Energy Tbk dinilai tetap memiliki daya tarik jangka panjang di tengah dorongan global menuju energi bersih.


Tinggalkan Komentar