Viktor Laiskodat: NasDem Harus Cetak Kader Unggul, Peringatkan Bahaya Mobokrasi - Telusur

Viktor Laiskodat: NasDem Harus Cetak Kader Unggul, Peringatkan Bahaya Mobokrasi

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat

telusur.co.id - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan pentingnya pembangunan kualitas kader sebagai kunci kemenangan politik dan kepemimpinan nasional.

Dalam kegiatan pendidikan politik di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta, Viktor menekankan bahwa kader NasDem harus memiliki kombinasi tiga aspek utama: elektabilitas, intelektualitas, dan moralitas. Menurutnya, tanpa keseimbangan ketiga hal tersebut, partai politik berisiko melahirkan pemimpin yang justru merugikan bangsa.

“Setiap keterwakilan harus siap dipilih, disukai, dan punya kemampuan intelektual serta moral,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Ia juga memperkenalkan istilah “mobokrasi” sebagai peringatan terhadap kemungkinan kemunduran demokrasi jika dipimpin oleh kelompok yang dinilai tidak kompeten. Istilah tersebut ia gunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kepemimpinan tidak didukung kapasitas yang memadai.

“Mobokrasi adalah kejatuhan demokrasi yang dipimpin oleh orang bodoh dan rakus,” tegasnya.

Viktor menekankan bahwa Partai NasDem harus menghindari situasi tersebut dengan membangun kader yang benar-benar siap memimpin negara secara bertanggung jawab.

Ia juga menyoroti perubahan struktur pemilih pada Pemilu 2029 yang didominasi generasi muda seperti milenial dan Gen Z. Menurutnya, kondisi ini menuntut kader politik untuk memiliki kemampuan berpikir cepat sekaligus mendalam.

Karena itu, ia mendorong kader untuk memperluas wawasan hingga ke berbagai disiplin ilmu, termasuk filsafat, teknologi, hingga komputasi, agar mampu memahami persoalan bangsa secara komprehensif.

Selain itu, Viktor mengkritik rendahnya tingkat literasi publik yang cenderung hanya membaca informasi secara dangkal. Ia menegaskan kader politik tidak boleh memiliki pola yang sama.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NasDem menargetkan pembentukan ribuan kader berkualitas tinggi yang siap bersaing di level nasional.

Di sisi lain, ia juga menyinggung sikap politik NasDem yang mengedepankan prinsip “budaya malu”, termasuk keputusan untuk tidak menempatkan kader di kabinet meski mendukung pemerintah.

Menutup pernyataannya, Viktor menegaskan bahwa masa depan partai ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

“Politisi hebat bukan hanya pandai bicara, tapi mampu berpikir dalam dan menyelesaikan persoalan bangsa secara nyata,” pungkasnya.


Tinggalkan Komentar