Kasus Persalinan di Tapos Berujung Janin Meninggal, Fanny Fatwati Angkat Bicara

by Farauq Iskandar |
Kasus Persalinan di Tapos Berujung Janin Meninggal, Fanny Fatwati Angkat Bicara
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Fanny Fatwati (baju kuning) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak keluarga korban dan jajaran Dinkes Depok di Puskesmas Tapos. Sumber foto: Telusur/Malik Sihite

telusur.co.id - Niat pasangan suami istri AW (32) dan IR (31) menyambut kelahiran buah hati berakhir duka. Janin dalam kandungan IR meninggal dunia setelah proses persalinan, sementara rahim IR harus diangkat akibat pendarahan serius.

Pasangan warga RT 02/RW 12, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, itu sebelumnya membawa IR ke Puskesmas Tapos pada sekitar pukul 15.00 WIB setelah mulai mengalami tanda-tanda persalinan.

Saat pemeriksaan awal, pembukaan disebut baru mencapai tiga. Lima jam kemudian, pemeriksaan kembali dilakukan dan pembukaan telah mencapai delapan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, air ketuban IR disebut telah dipecahkan oleh bidan. Meski pembukaan sudah lengkap, bayi belum kunjung lahir. Pihak puskesmas kemudian berkonsultasi dengan dokter jaga dan memutuskan melakukan rujukan.

IR akhirnya dibawa ke RS Setia Bakti pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan pemeriksaan dan memutuskan operasi caesar darurat pada pukul 05.00 WIB.

Menaggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Kota Depok Fanny Fatwati Putri, mengatakan pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga seluruh rangkaian penanganan medis diketahui secara utuh.

"Tadi kita sudah mendapatkan gambaran kronologis juga dari awal sampai akhir. Intinya kita di Komisi D kita akan mengawal terus ya kasus ini sampai terang-benderang," ungkap dia dalam konferensi pers di Puskesmas Tapos, Kamis (1/10/2026).

Dia bilang, Komisi D DPRD Kota Depok juga akan meminta penjelasan dari RS Setia Bakti.

Menurut politikus Golkar itu, keterangan yang diperoleh dalam rapat sebelumnya baru berasal dari pihak UPTD atau puskesmas.

"Kita juga akan meminta keterangan terkait dari RS Setia Bakti karena kalau tadi keterangan dari Puskesmas memang sudah rentetan kronologisnya sudah jelas ya," ungkap dia.

"Sudah sesuai dengan prosedur penanganan pasien melahirkan. Jadi kita mau tahu nih setelah dari di sini sebenarnya penanganan terkait bayinya meninggal, penanganan rahim dan lain-lain itu kan adanya di Setia Bakti gitu," lanjut Fanny.

Saat ditanya apakah rapat Komisi D menemukan indikasi kelalaian dari pihak rumah sakit, Fanny menuturkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan hal tersebut karena RS Setia Bakti belum memberikan keterangan.

Dia menyebut Komisi D akan memanggil pihak rumah sakit untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. Pemanggilan dapat dilakukan di kantor DPRD atau melalui kunjungan langsung ke rumah sakit.

Terkait kemungkinan intervensi pemerintah daerah, termasuk pemberian kompensasi kepada keluarga, Fanny mengungkap, hal tersebut belum dapat diputuskan karena proses investigasi masih berjalan.

Fanny juga menyampaikan bahwa keluarga korban sebelumnya menyayangkan keputusan merujuk IR ke RS Setia Bakti.

Dia menilai, IR disebut memiliki pengalaman traumatis terkait proses persalinan sebelumnya di rumah sakit tersebut.

Namun, menurut Fanny, pihak puskesmas menjelaskan keputusan rujukan tersebut diambil dengan pertimbangan kondisi pasien yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Lebih jauh, dia memastikan Komisi D DPRD Kota Depok akan terus mengawal kasus tersebut, terlebih wilayah tempat tinggal keluarga korban merupakan daerah pemilihannya, Tapos-Cilodong.

"Ini dapil saya juga dan warga saya juga, saya akan terus mengawal sampai kasus ini terang-benderang sampai kita tahu apa sih sebenarnya permasalahan yang terjadi dan adakah kelalaian di kasus ini," tegas Fanny.

Sementara terkait tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Fanny mengungkapkan belum banyak keterangan yang disampaikan.

Adapun mengenai kemungkinan sanksi apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian, keputusan tersebut baru dapat dibahas setelah seluruh rangkaian kejadian diketahui.

"Ya nanti kita lihat ya ke depan ya setelah kita dapat kronologis utuhnya," pungkas dia.

Editor: Farauq Iskandar

Komentar

Berita Terkait