SWH Kenalkan “5 JAGA” untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital

by Hamdani |
SWH Kenalkan “5 JAGA” untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH)

Penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah masyarakat terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Untuk itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH), mengenalkan lima pegangan sederhana yang dapat diterapkan keluarga dalam menghadapi berbagai risiko di era digital.

Pesan tersebut disampaikan SWH saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan (P3) dengan tema “Ketahanan Keluarga di Era Digital dengan Memutus Rantai Judol” di Balai Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Senin, 21 September 2026.

Kelima pegangan tersebut dirangkum SWH dalam konsep “5 JAGA”, yakni Jaga Iman, Jaga HP, Jaga Uang, Jaga Anak, dan Jaga Keluarga.

Menurut SWH, Jaga Iman menjadi langkah awal untuk membentengi diri dan keluarga dari godaan mendapatkan uang secara cepat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji modal kecil, keuntungan besar, maupun cara mendapatkan uang yang tidak sesuai dengan nilai yang dianut keluarga.

Selanjutnya, Jaga HP berkaitan dengan kewaspadaan dalam menggunakan perangkat digital. SWH mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan, mudah percaya terhadap iklan, maupun memasang aplikasi yang tidak jelas.

Sementara Jaga Uang menekankan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. SWH mengingatkan agar pinjaman tidak digunakan untuk berjudi dan perjudian tidak dijadikan cara untuk membayar utang.

“Jangan gali lubang tutup lubang. Jangan mencari jalan keluar dari masalah keuangan dengan menciptakan masalah yang baru,” ujar SWH.

Pesan berikutnya adalah Jaga Anak. Menurut SWH, pemberian telepon seluler kepada anak perlu disertai pendampingan dari orang tua. Orang tua perlu mengetahui aktivitas digital anak, termasuk apa yang ditonton, dimainkan, dengan siapa berkomunikasi, serta bagaimana uang digital digunakan.

Adapun Jaga Keluarga menekankan pentingnya komunikasi dua arah di dalam rumah. SWH mendorong anggota keluarga untuk terbuka ketika menghadapi persoalan, termasuk masalah keuangan, sehingga persoalan dapat dibicarakan sebelum berkembang lebih jauh.

“Benteng pertama tetap keluarga. Kalau anak punya masalah, dengarkan. Kalau suami-istri punya persoalan keuangan, bicarakan,” katanya.

SWH berharap konsep 5 JAGA dapat menjadi pengingat sederhana bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan yang lebih aman dalam menghadapi tantangan ruang digital sekaligus memperkuat komunikasi di dalam keluarga.

Menurutnya, pencegahan persoalan judol dan pinjol membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah tetap perlu menjalankan fungsi edukasi dan perlindungan, sementara keluarga menjadi lingkungan terdekat yang dapat memberikan pendampingan setiap hari. (VC)

Komentar

Berita Terkait