telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya kehilangan sejumlah komandan militer dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Namun, ia menegaskan kemampuan militer Iran tidak mengalami perubahan.
“Kami memang kehilangan beberapa komandan, itu fakta, dan nama-namanya sudah diumumkan. Namun fakta lainnya adalah tidak ada yang berubah dalam kemampuan militer kami,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan penyiar ABC News, Minggu (1/3).
Terkait kemungkinan penyelesaian konflik melalui jalur perundingan dengan Washington, Araghchi menyebut Teheran memiliki pengalaman pahit dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Ia menilai tindakan militer yang dilakukan Washington merupakan bentuk agresi.
“(Sementara) apa yang kami lakukan adalah tindakan membela diri. Ada perbedaan besar antara keduanya,” katanya.
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran, termasuk di Teheran. Laporan media setempat menyebutkan terjadi kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil.
Televisi pemerintah Iran juga memastikan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran dilaporkan menembakkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan untuk membela diri.
Perkembangan situasi di kawasan terus dipantau komunitas internasional di tengah kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



