Akses Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Padat, Pelindo Tanjung Wangi Buka Kantong Parkir - Telusur

Akses Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Padat, Pelindo Tanjung Wangi Buka Kantong Parkir

Kepadatan kendaraan kembali terjadi di ruas jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi.

telusur.co.id -Kepadatan kendaraan kembali terjadi di ruas jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan kendaraan logistik dan kendaraan besar yang hendak menuju sejumlah kawasan pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tanjung Wangi.

Untuk membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jalan utama, Pelindo Tanjung Wangi secara insidentil membuka kembali sejumlah kantong parkir dan buffer area yang dimiliki perusahaan.

Area tersebut disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara bagi kendaraan truk yang akan menuju Pelabuhan Tanjung Wangi. Kendaraan yang telah memiliki tiket maupun yang belum bertiket dapat diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai kondisi di lapangan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan yang mengular di ruas jalan utama sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.

General Manager Pelindo Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, mengatakan pembukaan fasilitas tersebut merupakan langkah insidentil Pelindo sekaligus tindak lanjut atas arahan Kementerian Perhubungan untuk membantu pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait menangani kepadatan lalu lintas.

“Kami membuka kembali kantong parkir dan buffer area yang kami miliki sebagai bagian dari upaya bersama untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di akses menuju pelabuhan. Kendaraan yang akan menuju pelabuhan dapat diarahkan untuk menunggu sementara di area yang telah disiapkan sehingga tidak seluruhnya menumpuk di badan jalan,” ujar Eko.

Pelindo Tanjung Wangi saat ini memiliki dua fasilitas yang dapat digunakan sebagai kantong parkir dan buffer area. Fasilitas pertama berupa RTK dengan luas sekitar 7.000 meter persegi yang memiliki kapasitas hingga 95 unit truk golongan V.

Selain itu, terdapat buffer area dengan luas 24.898 meter persegi. Area tersebut dapat menampung hingga 313 unit truk golongan V hingga VII.

Dengan kapasitas kedua fasilitas tersebut, Pelindo Tanjung Wangi memiliki ruang penampungan sementara yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di akses menuju kawasan pelabuhan ketika terjadi lonjakan arus kendaraan.

“Pemanfaatan area ini sifatnya insidentil dan akan kami sesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan. Harapannya, keberadaan buffer area ini dapat memberikan ruang bagi kendaraan untuk menunggu sehingga kepadatan di ruas jalan utama dapat diminimalkan,” tambah Eko.

Penggunaan fasilitas tersebut akan disesuaikan dengan situasi lalu lintas dan kebutuhan di lapangan. Kendaraan yang diarahkan masuk ke area penampungan dapat menunggu sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan.

Selain menyediakan fasilitas penampungan sementara, Pelindo Tanjung Wangi juga melakukan koordinasi dengan pihak pelayaran untuk mendorong percepatan waktu operasional kapal selama berada di kawasan pelabuhan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan yang akan menggunakan jasa penyeberangan maupun layanan pelabuhan.

Pelindo juga meminta agen pelayaran melakukan evaluasi terhadap sistem penjualan dan pendistribusian tiket kapal. Evaluasi mencakup ketepatan jadwal keberangkatan serta kesiapan armada kapal dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan antrean kendaraan dari sisi darat maupun operasional kapal, sehingga kepadatan di akses menuju kawasan pelabuhan dapat ditekan.

Pembukaan buffer area menjadi salah satu langkah Pelindo Tanjung Wangi dalam mendukung penanganan kepadatan lalu lintas secara situasional. Koordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, agen pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik dan mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan.


Tinggalkan Komentar