Ali Khamenei Syahid dan 200 Anak Tak Berdosa Gugur, Kedubes Iran Sebut Serangan AS-Israel Biadab - Telusur

Ali Khamenei Syahid dan 200 Anak Tak Berdosa Gugur, Kedubes Iran Sebut Serangan AS-Israel Biadab

Bendera Iran. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia menyebut serangan terbaru rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin revolusi Islam atau Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sebagai serangan paling biadab. 

"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," kata Kedubes Iran dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026). 

Dalam pernyataannya, Kedubes Iran juga menyebut tindakan agresi Zionis Israel dan AS yang melancarkan serangan ke lokasi-lokasi sipil hingga sekolah merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional negaranya. 

Bahkan dalam agresi tersebut, dilaporkan sebanyak 200 anak perempuan tewas dalam serangan terhadap sekolah dasar di Kabupaten Minab, Iran. 

"Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan." 

Kebubes Iran, menyatakan bahwa AS dan rezim Zionis selalu mengklaim bahwa mereka akan membantu rakyat Iran dengan dalih ingin menyelematkan rakyat Iran dari pemerintahan yat sah. 

"Kini terlihat bagaimana mereka "membantu" rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan."

Lebih jauh, Amerika pada bulan Ramadan tahun 2003 juga mengklaim telah membantu rakyat Irak. "Sejak saat itu, yang diperoleh rakyat Irak tidak lain hanyalah kematian, kehancuran, dan penderitaan".

"Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan "bantuan" Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apa pun selain kematian dan kehancuran," sambung keterangan Kedubes tersebut. 

Kedubes Iran itu juga mengungkapkan bahwa permusuhan Amerika terhadap Iran bukanlah hal baru dan telah berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran.

"Intervensi, agresi, dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 (28 Mordad 1332) yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu, dan terus berlanjut dengan tindakan-tindakan lainnya sampai kini".


Tinggalkan Komentar