telusur.co.id -Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memastikan gelandang Marselino Ferdinan dipastikan tidak dapat melanjutkan perjuangannya di Piala AFF 2026 akibat cedera yang dialaminya.
Kepastian tersebut disampaikan Herdman seusai Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (3/8/2026).
Menurut Herdman, hasil pemeriksaan MRI telah mengonfirmasi bahwa Marselino mengalami cedera yang membuatnya harus mengakhiri turnamen lebih cepat bersama skuad Garuda.
"Mengenai Marselino, sayangnya dia mengalami cedera yang membuatnya harus absen dari turnamen ini. Kami telah mendapatkan konfirmasi dari hasil MRI," kepada pewarta usai pertandingan.
Meski demikian, pelatih asal Inggris itu belum bersedia mengungkapkan secara rinci jenis cedera yang dialami pemain berusia 21 tahun tersebut.
"Saya tidak akan mengungkapkan jenis cederanya saat ini, tetapi cedera tersebut dipastikan membuatnya dipastikan keluar dari turnamen," ujarnya.
Absennya Marselino menjadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia. Pemain yang selama ini menjadi motor serangan Garuda itu dipastikan tidak akan memperkuat tim pada laga penentuan melawan Singapura yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026).
Meski kehilangan salah satu pemain kuncinya, Herdman menegaskan tim harus segera bangkit. Ia menilai kondisi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas dan membantu Indonesia meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.
"Sungguh sangat disayangkan bagi dia. Anda tahu potensi ancaman serangan yang bisa dia berikan, tetapi dia sangat paham bahwa sekarang ada kesempatan bagi pemain lain untuk tampil dan membawa tim ini melangkah ke depan di pertandingan berikutnya," tutur pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Marselino diketahui cedera usai merampungkan pemusatan latihan di Bali beberapa pekan sebelum turnamen berlangsung. Meski dirinya sempat hadir pada sesi latihan jelang laga perdana, Marceng sapaan akrabnya terpaksa tidak bergabung bersama rekan-rekannya.



