telusur.co.id -Timnas Futsal Indonesia berhasil mencetak sejarah untuk lolos ke babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Pada laga perempat final, skuad asuhan Hector Souto menang tipis 3-2 atas pesaing dari Asia Tenggara, Vietnam.
Laga yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2) menjadi saksi kegemilangan tim Merah Putih berjuang sangat sengit melawan kekuatan Vietnam. Kemenangan ini pun menjadi balas dendam manis setelah pada SEA Games 2025 lalu, Mochamad Iqbal Iskandar cs. kalah 1-0.
Tiga gol Indonesia dipersembahkan oleh Brian ick, Ardiansyah Nur, dan Reza Gunawan. Sementara itu, dua gol Nguyen Da Hai hanya mampu memperkecil skor akhir.
Di semifinal, Indonesia akan menantang Jepang pada Kamis (5/2) di Indonesia Arena pukul 19.00 WIB.
Duel sengit langsung terjadi ketika pertandingan dimulai. Vietnam bermain agresif untuk membuka peluang pada menit kedua. Sepakan jarak jauh Minh Quang sempat berbelok arah mengenai Nguyen Da Hai namun masih mampu ditelis Ahmad Habiebie.
Tidak henti di situ saja, Habiebie kembali harus bekerja keras menahan dua kali tendangan dari dua pemain tersebut memanfaatkan skema sepak pojok.
Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Pada menit keempat, sebuah skema tendangan ke dalam Ardiansyah Nur sukses disambut tendangan keras Brian Ick untuk menjebol gawang Vietnam.
Tertinggal satu gol, membuat tim berjuluk Golden Stars mencari gol penyeimbang. Lagi-lagi Da Hai menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Indonesia.
Pada menit ketujuh, sepakan kerasnya hampir menyamakan skor. Namun, Habiebie lagi-lagi melakukan penyelamatan krusial.
Publik Indonesia Arena akhirnya kembali bersorak. Pada menit ke-11, Ardiansyah Nur menjadi kreator sekaligus pencetak gol kedua skuad Garuda.
Berawal dari mengintersep bola dari kaki lawan, ia melakukan kombinasi umpan kepada Rio Pangestu dan Syauqi Saud. Umpan Rio akhirnya dituntaskan Anca sapaan akrabnya untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Vietnam yang tertinggal dua gol terus meningkatkan tensi permainan untuk mengejar defisit gol. Namun, Habiebie menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan Indonesia 2-0 atas Vietnam.
Usai jeda turun minum, Vietnam langsung tancap gas melakukan serangan masif ke area permainan Indonesia.
Dalam tiga menit laga berjalan, anak asuh pelatih Diego Guistozzi setidaknya menciptakan tiga peluang berbahaya ke gawang Habiebie.
Pada menit ke-25, gawang Indonesia akhirnya jebol juga. Sebuah intersep bola Chau Doan Phat dari Reza Gunawan mampu menciptakan sebuah serangan balik lalu umpannya mampu dieksekusi dengan dingin oleh Nguyen Da Hai yang berdiri tanpa pengawalan.
Satu menit kemudian, Reza Gunawan hampir saja mencetak gol. Namun, meski telah berdiri bebas, Regun gagal menyelesaikan umpan akurat Samuel Eko.
Masih di menit yang sama, akhirnya Reza Gunawan membayar kesalahannya. Kerjasama Habiebie kepada Yogi Saputra yang kemudian meneruskan umpan kepada Reza.
Reza tanpa kesalahan mengeksekusi bola menggetarkan jala Vietnam untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Pertandingan semakin memanas karena Vietnam terus melancarkan serangan cepatnya. Tekanan ini sangat membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Setelah dibombardir dengan ancaman yang tidak berhenti, Vietnam akhirnya mampu memperkecil skor pada menit ke-36.
Skema power play diterapkan sukses dikonversi menjadi gol kedua bagi Nguyen Da Hai di laga ini.
Timnas Indonesia patut berterima kasih dengan performa luar biasa kiper Habiebie di sisa lima menit laga.
Tercatat, pemain berusia 25 tahun ini sangat gemilang di bawah mistar gawang dengan mementahkan beberapa peluang emas Vietnam.
Hingga waktu berakhir, kedua tim gagal menambah gol. Skor 3-2 menjadi sejarah bagi timnas futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal.



