China Kutuk Keras Serangan AS-Israel di Iran, Garis Merah Perlindungan Warga Sipil Dilanggar - Telusur

China Kutuk Keras Serangan AS-Israel di Iran, Garis Merah Perlindungan Warga Sipil Dilanggar

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. foto fmprc.gov.cn

telusur.co.id - China mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan fasilitas publik di Iran, menewaskan warga sipil, dan menegaskan bahwa perlindungan sipil merupakan batas merah yang tidak boleh dilanggar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan di Beijing, Selasa (3/3), bahwa China sangat prihatin atas korban sipil akibat serangan gabungan tersebut, termasuk di Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, yang menewaskan hingga 165 orang.

“Penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu tidak dapat diterima. China menyerukan kepada semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, memastikan keselamatan warga sipil, dan menghindari serangan terhadap fasilitas sipil,” ujar Mao Ning. Ia menegaskan bahwa serangan AS-Israel tidak memiliki otorisasi Dewan Keamanan PBB dan melanggar hukum internasional.

China juga mengungkapkan keprihatinan atas dampak regional dari serangan ini, menekankan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya. Mao Ning menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah penyebaran konflik lebih lanjut dan menawarkan kerja sama dengan negara regional serta komunitas internasional untuk mempromosikan perdamaian.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu serangan balasan rudal oleh Iran ke wilayah Israel dan aset militer AS di kawasan. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warganya untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah akibat risiko keselamatan serius di sejumlah negara, termasuk Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, UEA, dan Yaman.

Serangan ini muncul di tengah perundingan nuklir Iran-AS di Jenewa yang dimediasi oleh Oman, yang baru saja menyelesaikan putaran terbaru pada Kamis (26/2). Israel sebelumnya menyebut serangan mereka sebagai langkah “preemptif” dengan nama operasi “Operation Lion’s Roar” dan memberlakukan status darurat nasional.

China menegaskan kembali bahwa setiap serangan terhadap warga sipil dan target non-militer harus dikutuk, dan perdamaian serta stabilitas di kawasan Timur Tengah harus dijaga melalui diplomasi, dialog, dan penyelesaian damai. [ham]


Tinggalkan Komentar