telusur.co.id - China menyerukan jaminan keamanan energi global dan penghentian segera operasi militer di Selat Hormuz setelah penutupan jalur tersebut oleh Korps Garda Revolusi Islam menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan pentingnya keamanan energi bagi perekonomian dunia dan mendesak semua pihak agar memastikan pasokan energi tetap stabil. Ia menambahkan bahwa China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan energinya sendiri.
“China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari eskalasi lebih lanjut, menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap aman, dan mencegah dampak lebih lanjut pada perekonomian global,” ujar Mao Ning di Beijing, Selasa (3/3).
Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan UEA, kini menjadi jalur kritis yang terhambat. Hingga 2 Maret, tercatat 706 kapal tanker non-Iran menunggu di kedua sisi selat, sementara volume transit per 1 Maret turun 86 persen dibanding rata-rata tahun 2026. UKMTO bahkan menaikkan level risiko keamanan maritim di selat ini menjadi kategori kritis.
Mao Ning menekankan bahwa China menentang pelanggaran kedaulatan negara lain melalui kekerasan dan mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran melalui dialog. Ia mencatat Iran telah menegaskan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan sedang terlibat dalam negosiasi serius dengan AS.
Krisis meningkat setelah Teheran melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal ke Israel, aset-aset AS, dan beberapa negara Teluk sebagai balasan, yang menewaskan enam personel militer AS. Sementara itu, CENTCOM mengklaim telah menghancurkan 11 kapal Iran yang dianggap mengganggu pelayaran internasional di Teluk Oman, meski Iran belum mengonfirmasi pernyataan tersebut.
Seruan China ini muncul di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mengancam stabilitas jalur energi global, menyoroti pentingnya diplomasi dan mekanisme non-militer untuk menjaga keamanan maritim dan pasokan energi dunia. [ham]



