telusur.co.id - Ribuan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/22). Sedianya, massa IMM akan melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, namun tertahan di Kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Massa yang berangkat dari Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat itu awalnya melakukan long march. Namun, saat tiba di pertigaan Jalan Medan Merdeka Selatan, aparat kepolisian melarang massa untuk melanjutkan aksi ke depan Istana Negara.

Sempat terjadi cekcok dan saling dorong antara massa aksi yang tetap ingin menggelar aksi di depan Istana Negara, dengan aparat kepolisian. Namun setelah dilakukan negosiasi, akhirnya disepakati massa diperbolehkan aksi di kawasan Patung Kuda.

Ribuan kader IMM se-Indonesia yang terdiri dari IMM DKI Jakarta, IMM Jawa Barat, dan IMM Banten ini membawa sejumlah tuntutan aksi. Yakni, menolak tegas segala bentuk perampasan tanah di seluruh Indonesia seperti di Singingi Hilir, Riau oleh PT Warnasari Nusantara. 

Kemudian, massa mengecam keras represifitas aparat di Desa Wadas Purworejo Jawa Tengah dan peristiwa penembakan di Sulawesi Tengah, serta menolak tegas segala bentuk represifitas aparat kepolisian dalam memberangus gerakan rakyat. 

"Tuntutan kita adalah menolak penundaan Pemilu 2024 dan mengecam represifitas aparat di Desa Wadas dan penembakan di Desa Siney yang menewaskan salah seorang aktivis tambang," ujar Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM DKI Jakarta, Rahmat Syarif. 

Selain itu, IMM juga enolak Permen Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Jaminan Hari Tua (JHT). Lalu, menolak BPJS sebagai syarat izin berbagai pengurusan administrasi dan jual beli. Terakhir, menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan hapus Presidential Threshold menjadi 0 persen. [Fhr]