DPD RI Ning Lia Apresiasi Program Revitalisasi Museum Kementerian Kebudayaan - Telusur

DPD RI Ning Lia Apresiasi Program Revitalisasi Museum Kementerian Kebudayaan

Sumber foto: Istimewa

telusur.co.id - Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam merevitalisasi museum di berbagai daerah, termasuk Museum Mandhilaras di Pemekasan.

Hal tersebut disampaikan saat Ning Lia melakukan kunjungan ke Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia disambut langsung Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Taufikurrachman, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan lain sebagainya.  

Perempuan yang terkenal ramah dan santun itu menilai, pembenahan museum menjadi langkah penting agar lebih modern, menarik, serta relevan bagi generasi muda.

“Penataan baru museum, termasuk penguatan narasi sejarah awal peradaban dan kurasi tematik, sangat penting agar generasi muda tertarik belajar sejarah,” ujarnya Dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, revitalisasi museum bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan juga menghadirkan pengalaman edukatif yang lebih kontekstual dan interaktif.

Ning Lia berharap revitalisasi museum, termasuk Museum Mandhilaras, dapat terus berlanjut dan memberi dampak nyata dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.

“Kalau museum dikelola dengan baik dan modern, anak muda pasti akan lebih tertarik datang dan belajar sejarah,” pungkasnya
Sebelumnya, program revitalisasi museum menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa modernisasi tata kelola museum dan situs sejarah harus terus dilakukan. Pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap 152 museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia.

“Revitalisasi ini untuk memperkuat pelindungan sekaligus pemanfaatan warisan budaya nasional,” tegasnya.
Langkah tersebut mencakup pembenahan infrastruktur, penguatan kuratorial, hingga peningkatan pengalaman pengunjung berbasis edukasi dan teknologi.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya museum sebagai ruang pembelajaran kolektif. Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran sejarah dan memperkuat identitas nasional.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan museum di daerahnya.  

“Kehadiran pemerintah pusat dalam pengembangan museum dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kebudayaan menjadi bagian penting dari pembangunan nasional,” katanya.

Sekedar diketahui, museum Mandhilaras sendiri menyimpan berbagai koleksi bernilai sejarah Madura, sepertiManuskrip kuno berbahan daluang dan kulit kayu dari abad ke-19, Kitab Al-Qur’an kuno dan naskah fiqih.

Tulisan daun lontar dan aksara hanacaraka hingga koleksi alat pertanian, rumah tangga, dan permainan tradisional 
Bangunan museum ini memiliki sejarah panjang.

Didirikan pada 1918 pada masa kolonial, gedung tersebut sempat berfungsi sebagai perpustakaan, apotek, hingga kantor organisasi sebelum akhirnya bertransformasi menjadi museum.


Tinggalkan Komentar