telusur.co.id - Maraknya kecelakaan transportasi laut mendorong Komisi V DPR RI menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh. Salah satunya melalui rencana pembentukan Panitia Kerja (Panja) Keselamatan Transportasi Laut.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko atau Miko, mengatakan pembentukan Panja masih menunggu persetujuan dari fraksi-fraksi lain di DPR.
“Ya masih dipertimbangkan, nunggu persetujuan fraksi yang lain. Akan dibuatkan Panja untuk keselamatan di transportasi laut,” kata Miko di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/06/2026).
Menurut politisi PKB tersebut, pembentukan Panja tidak semata-mata ditujukan untuk membahas persoalan kecelakaan atau keselamatan pelayaran. DPR ingin mendorong perbaikan sistem transportasi laut secara lebih menyeluruh.
Miko menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.
“Sebenarnya keselamatan itu di atas segalanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Panja nantinya diharapkan tidak hanya membahas aspek keselamatan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan, kenyamanan penumpang, serta konektivitas transportasi laut.
“Intinya Panja itu nantinya bukan hanya untuk keselamatan transportasi laut tapi untuk yang lainnya, untuk peningkatan, kenyamanan, untuk terkoneksinya daripada transportasi laut,” kata Miko.
Belajar dari Transportasi Udara
Miko mengatakan pembenahan transportasi laut juga dapat dilakukan dengan mengambil pelajaran dari sektor transportasi udara yang dinilai telah memiliki sistem keselamatan dan pengawasan yang lebih baik.
“Kita akan banyak ambil pelajaran dari transportasi udara yang sudah lebih baik,” katanya.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting agar transportasi laut tidak hanya aman, tetapi juga mampu memberikan layanan yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi masyarakat.
Rencana pembentukan Panja ini menjadi salah satu langkah Komisi V DPR RI merespons persoalan keselamatan transportasi laut yang terus menjadi perhatian. Jika disetujui seluruh fraksi, Panja diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai aspek pelayaran sekaligus mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan.



