telusur.co.id - Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) sepertinya bakal terhambat. Sebab, ada dua konsorsium yang dikabarkan mau mundur, pasca SoftBank mundur lebih awal.
Benar atau tidaknya informasi soal dua konsorsium ini belum bisa dipastikan, karena pemerintah hingga kini belum mengumumkan ke publik.
Jika informasi itu benar, anggota Komisi II DPR, Mardani Ali Sera mengatakan mundurnya dua konsorsium ini jadi indikasi tidak mudah meyakinkan investor untuk proyek besar yang tidak punya sentimen ekonomi. "Pemerintah perlu berhitung beban ekonomi jika memaksakan pembangunan masif, terlebih proyek ini sudah berpotensi bermasalah sejak awal," ujar Mardani melalui akun media sosialnya, Selasa.
Kejadian ini, ujar dia, jadi peringatan untuk pemerintah, agar mengutamakan rakyat ketimbang proyek mercusuarnya. Jelas ada berbagai faktor yang menjadi perhatian pemodal sebelum menanamkan modalnya dalam proyek infrastruktur di Indonesia.
"Seperti kepastian regulasi, adanya infrastuktur dasar, dukungan Pemda hingga permintaan masyarakat. Sudah terpenuhi kah IKN ini?" tuturnya.
Belum lagi risiko politik dari proyek pembangunan IKN seperti belakangan ada kegaduhan mengenai perpanjangan masa jabatan presiden. Hal tersebut bisa membuat investor memilih wait and see karena dinamika politik dapat membuat proyek terhenti di tengah jalan. [ham]



