Dukung Destinasi Pariwisata Danau Toba Era Presiden Jokowi Kini Pelabuhan Ajibata Berstandart Internasional - Telusur

Dukung Destinasi Pariwisata Danau Toba Era Presiden Jokowi Kini Pelabuhan Ajibata Berstandart Internasional

Pembangunan Dermga Ajibata Untuk Menopang dan Mendukung Destinasi Wisata Danau Toba Kian Hari Semakin Bersolek Menuju Pelabuhan Berstandart Internasional. F/Jessihotang.

telusur.co.id - Sejak Presiden Joko Widodo menginjakkan kakinya ke kawasan Danau Toba Sumatera Utara, pertamakali Oktober 2017 dan dirangkai dengan kunjungan kedua kali pada Bulan Juli 2019, ‘kue’ pembangunan guna mendukung Destinasi Pariwisata Danau Toba semakin digenjot, dan tidak tanggung-tanggung   Rp3.5 Triliun untuk seluruh lini kawasan Danau Toba disediakan dari Anggaran Negara, salah satunya adalah peningkatan dan revitalisasi total Dermaga (pelabuhan) Ajibata, Kecamatan Ajibata, Tobasa Kabupaten Tobasa dipercayakan kepada PT Maybart Lestari.

Saat kedatangannya kali kedua, Presiden Jokowi didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Menteri Pariwisata. Dermaga Ajibata jadi tempat penyeberangan rombongan Presiden ke Pulau Samosir.

Masyarakat seputaran Danau Toba juga berharapa, supaya pembangunan pelabuhan berkelas Nasional dan Internaional itu ditambah lagi, sehingga wisatawan tidak ragu-ragu datang berdarmawisata ke Danau Toba. Hal ini disampaikan M Manurung (55), Senin (10/2/2020).

Maka dengan demikian, disaat daerah kita masuk arena pembangunan dengan kelas Internasional, tentu Sumber Daya Manusia disanapun harus diasah, supaya kita tidak menjadi penonton. Apa yang bisa kita isi setelah semua proyek pembangunan itu selesai, sebagai putra daerah sudah pasti menjadi perhatian utama asalkan memiliki SDM yang dapat mengisi progres kerja didalamnya, “Jadi jangan kita sampaikan harus mengutamakan putra daerah, tetapi SDM menuju posisi yang diharapkan tidak memenuhi standart, maka bersiaplah untuk berkompetisi sehat”, Ujar Manurung.

Hal senada juga disampaikan M Sinaga (50), semua aspek drap langkah pembangunan di kawasan Danau Toba ini sejak era Joko Widodo sebagi Presiden RI, saat itu Presiden mengharapan supaya Danau Toba sebagai  salah satu destinasi wisata prioritas dan Pemerintah sedang menginventarisir berbagai permasalahan di sekitar Danau Toba dan dalam pengelolaan Danau Toba, masyarakat akan dilibatkan, Presiden  juga sampaikan akan melihat apa saja yang bisa ditanganii warga, dan yang mana untuk investor, Kata Jokowi  kala itu.

Untuk itulah kita berbenah dan jangan ada yang mengganggu pembangunan di daerah kita ini, jikalau kelak ada usaha dan perusahaan lain untuk berkompetisi didalamnya silahkan dengan cara-cara terhormat, sebab kita ini berada di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sering disebut “NKRI Harga Mati”, Kata Sinaga.

Jadi dalam waktu dekat, kesinambungan pembangunan di Ajibata akan semakin signifikan. Dirasakan akan ada lagi tahapan sesuai perencanaan, dan saat ini proyek pembangunan pelabuhan untuk kapal teradisonal (kapal kayu) yang melayani rute umum ke Tomok, Nainggolan dan tujuan menyisir obyek wisata lainnya suah dalam tahap finishing, Katanya.

Sementara itu Yudi dari pihak PT Maibrat Lestari, Yudi yang dikonfirmasi dilapangan menyampaikan penegerjaan semua pembangunan di Pelabuhan Ajibata terus berpacu dengan waktu, dan tidak bisa terburu-buru apalagi saat mengejakan bentuk dermaga terapungya, sehingga disaat air Danau Toba pasang atau surut, dermaga yang kita rancang bangun ini tentu dengan kualitas bagus kita pastikan itu. Ujar Yudi.

Menurut Yudi, teknologi beton apung, untuk dermaga dan breakwater (pemecah gelombang) dan lebih tahan korosi dibandingkan dengan material baja.

“Beton itu lebih tahan lama dibandingkan baja, karena baja mudah korosi jika kena air dan beton bisa bertahan lama sekaligus mampu sebagai pemecah jadi dermaga jenis ponton yang dirancang bangun saat ini adalah untuk akses ke air dan kapal dan kelak akan bisa dimodifikasi disaat pengerjaan dok kapal dan pendaratan feri”, Katanya.

Jadi selain penyelesaian perkantoran, loods kios untuk warga, kantor Tim Basarnas dan Dishub, berikut Pos lainnya sedang dalam pemantapan, jadi jika dermga/pelabuhan ini dikategorikan berstandart Inter Nasional dan atau Nasional, kami berusaha memodifikasinya sebaik mungkin tentu dengan mengikuti sistim dari pemerintah kita. Ujar Yudi. [Asp]

Laporan : Jessiho

 


Tinggalkan Komentar