Edi Masturo Ungkap Filosofi dari Nyuci Perabotan, Ini Penjelasannya! - Telusur

Edi Masturo Ungkap Filosofi dari Nyuci Perabotan, Ini Penjelasannya!

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo dalam acara Nyuci Perabotan Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Timur GDC, Rabu (6/5/2026). Sumber foto: dok.Telusur

telusur.co.id - Rangkaian kegiatan Lebaran Depok 2026 terus berlanjut dengan tradisi nyuci perabotan yang sarat makna filosofis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur sekaligus pengingat pentingnya kebersihan lahir dan batin dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Panitia Lebaran Depok 2026, Edi Masturo, menjelaskan bahwa tradisi mencuci perabotan merupakan tahapan kedua setelah kegiatan “ngubek empang” yang telah digelar sebelumnya.

"Nyuci perabotan ini rangkaian kedua dari kemarin kita ngubek empang. Ini tahapan untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan, seperti yang dilakukan orang tua kita dulu,” ujar dia kepada telusur.co.id di Alun-alun Timur Grand Depok City (GDC), Rabu (6/5/2026).

Dia menambahkan, tradisi tersebut merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur yang mengandung filosofi mendalam tentang pentingnya kebersihan.

“Dulu, ketika masuk Ramadan, rumah-rumah dibersihkan, bahkan dicat pakai kapur. Perabotan dicuci semua. Itu filosofi untuk membersihkan diri dalam menyambut bulan suci,” jelas Edi.

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Pancoran Mas itu juga mengaitkan nilai tradisi ini dengan kehidupan modern, khususnya dalam tata kelola pemerintahan. Menurut dia, semangat membersihkan tidak hanya berlaku secara fisik, tetapi juga moral.

Edi menyebut, melalui tradisi nyuci perabotan, masyarakat dapat memaknai pentingnya introspeksi diri menjelang Ramadan.

Ke depan, sambung dia, pihaknya bahkan berencana mendorong kegiatan Lebaran Depok menjadi agenda rutin tahunan melalui regulasi resmi.

“Kita akan menggodok perda bersama Bapemperda agar ini menjadi kegiatan rutin. Siapapun wali kotanya nanti, tradisi ini harus tetap berjalan,” ungkap Edi.

Lebih jauh, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok itu turut menekankan pentingnya Lebaran Depok sebagai sarana pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat yang semakin majemuk.

“Ini sangat penting, karena dengan banyaknya pendatang, tradisi asli Depok mulai terkikis. Generasi sekarang banyak yang tidak tahu budaya orang tua dulu,” ucap dia.

Karena itu, ucap Edi, tradisi ini diangkat kembali agar masyarakat, baik asli maupun pendatang, dapat mengenal identitas budaya Depok.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat Kota Depok untuk ikut serta meramaikan rangkaian Lebaran Depok yang berlangsung hingga akhir pekan.

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar