telusur.co.id -Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi meminta pemerintah memperkuat sistem keselamatan transportasi laut di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna mendukung status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.
Menurut Erna, pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Labuan Bajo harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang memadai. Ia menyebut sekitar 68 persen wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat datang untuk menikmati wisata bahari, dengan mayoritas wisatawan mancanegara memilih aktivitas menyelam (diving).
"Labuan Bajo ini sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Maka yang harus kita jaga adalah aspek keselamatannya. Orang akan berwisata dengan nyaman ketika mereka merasa aman berada di sini," ujar Erna dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/7/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Bengkulu itu menilai standar keselamatan di destinasi wisata internasional harus sejalan dengan ekspektasi wisatawan global. Karena itu, ia menyoroti masih terbatasnya fasilitas serta peralatan yang dimiliki Basarnas di Manggarai Barat.
Menurutnya, keberadaan Basarnas dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi elemen penting dalam menjamin keamanan wisatawan, terutama mengingat tingginya aktivitas wisata bahari di kawasan tersebut.
"Kita bicara wisata kelas dunia, tetapi Basarnas di sini baru memiliki pos-pos saja dan saya melihat peralatannya juga masih belum cukup untuk membangun sistem keselamatan yang optimal. Kalau wisata kelas dunia, maka standar keselamatannya juga harus bertaraf internasional," tegasnya.
Selain persoalan kesiapsiagaan Basarnas, Erna juga menyoroti masih adanya permasalahan dalam pengelolaan kawasan pelabuhan. Ia mengungkapkan masih terdapat penumpang yang harus berpindah dari satu kapal ke kapal lain sebelum mencapai dermaga, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Untuk itu, ia meminta pemerintah melakukan penataan alur lalu lintas kapal di kawasan pelabuhan dengan memisahkan jalur kapal pinisi wisata, kapal penumpang, dan kapal lainnya agar aktivitas sandar dan keberangkatan menjadi lebih tertib serta aman.
Tak hanya itu, Erna juga mendesak agar pemeriksaan kelaikan kapal atau ramp check terhadap kapal-kapal wisata dilakukan secara rutin dan ketat. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah kelebihan kapasitas penumpang sekaligus memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi sebagaimana mestinya.
"Ramp check harus benar-benar dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Jangan sampai ada kapal yang overload demi mengejar keuntungan. Alat-alat keselamatan penumpang juga harus dipastikan lengkap dan berfungsi," pungkasnya.
Erna berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi laut di Labuan Bajo. Dengan demikian, citra Indonesia sebagai tujuan wisata bahari kelas dunia dapat terus terjaga, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan yang berkunjung.



