telusur.co.id -Menjelang hiruk-pikuk arus mudik Idulfitri 1447 H, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mulai memasang kuda-kuda. Sebagai pintu gerbang utama transportasi laut di Jawa Timur, kesiapan personel dan fasilitas menjadi harga mati demi menjamin kenyamanan para penumpang.
Langkah awal pengamanan ini ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan Penyelenggaraan Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 2026 di halaman Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Jumat (13/3). Apel ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi lintas instansi untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam tahun ini.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, S.T., M.T., yang memimpin langsung apel tersebut, menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan angkutan lebaran adalah soliditas antar-stakeholder.
Mulai dari Pelindo, TNI/Polri, BMKG, hingga unsur maritim lainnya, semuanya melebur dalam satu komando di Posko Terpadu. Agustinus menjelaskan, posko ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pusat kendali informasi dan respons cepat.
“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, informasi, dan respon cepat antar instansi untuk menjamin kelancaran, keamanan, serta kenyamanan arus mudik dan balik penumpang. Posko ini memantau kondisi cuaca, kelaiklautan kapal, sarana prasarana, keselamatan pelayaran, serta pelayanan informasi kepada masyarakat khususnya penumpang kapal,” ujar Agustinus di hadapan para peserta apel.
Ia menambahkan bahwa melalui pemantauan intensif dan berkelanjutan, diharapkan setiap kendala di lapangan dapat langsung teratasi. “Dengan dibukanya Posko Terpadu ini, diharapkan koordinasi antar instansi semakin solid sehingga seluruh rangkaian kegiatan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak dapat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Fasilitas Lounge dan Operasional 18 Hari
Posko Terpadu ini dijadwalkan beroperasi selama 18 hari penuh, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Fokus utamanya adalah memitigasi potensi penumpukan penumpang dan memastikan jadwal keberangkatan kapal tetap presisi.
Senada dengan hal tersebut, Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menyatakan bahwa pihaknya telah mematangkan seluruh aspek pelayanan di area terminal. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah optimalisasi Transit Lounge sebagai ruang tunggu representatif bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan personel, fasilitas terminal, hingga koordinasi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” jelas Ana.
Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen maritim dan cuaca yang sejauh ini dilaporkan bersahabat, Pelabuhan Tanjung Perak optimis dapat memberikan pengalaman mudik yang berkesan. Harapannya, tradisi pulang kampung tahun ini tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi setiap nyawa yang melintasi perairan Surabaya.



