Nobar Piala Dunia 2026 Dinilai Bisa Jadi Penggerak UMKM dan Ekonomi Lokal - Telusur

Nobar Piala Dunia 2026 Dinilai Bisa Jadi Penggerak UMKM dan Ekonomi Lokal

Pembukaan gelaran piala dunia 2026. Sumber foto: instagram

telusur.co.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan nonton bersama (nobar) yang melibatkan partisipasi komunitas.

Menurut Lamhot, antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan efek ekonomi positif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama," kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kegiatan nobar pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde yang diselenggarakan Relawan Lamhot Sinaga (Relasi) di RM Sederhana, Pagururan, Sumatera Utara, Selasa (16/6), dan dihadiri ratusan warga.

Lamhot menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya meningkatkan penjualan makanan dan minuman, momentum tersebut juga membuka peluang bagi perdagangan produk lokal hingga mendorong berkembangnya sektor ekonomi kreatif.

"UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, pengalaman dari berbagai ajang olahraga internasional menunjukkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat dapat melahirkan peluang usaha baru apabila dikelola dengan baik oleh komunitas setempat.

Lamhot juga mengapresiasi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang menghadirkan siaran Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati pertandingan secara lebih luas dan merata.

Menurutnya, akses terhadap tayangan olahraga internasional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

"Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi," katanya.

Lamhot berharap kegiatan nobar dan aktivitas serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat sehingga mampu menjadi wadah tumbuhnya kreativitas dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

"Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah nilai tambah dari sebuah momentum besar seperti Piala Dunia," ujar Lamhot.

Di tengah tingginya demam sepak bola dunia, Lamhot menilai bahwa Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum bagi daerah-daerah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.


Tinggalkan Komentar