telusur.co.id - Gubernur Hadramaut Salem Al-Khanbashi menegaskan bahwa Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) tidak memiliki pilihan selain menarik seluruh pasukan dari provinsi timur Yaman atau menghadapi konfrontasi militer.
“Masalahnya masih ada karena STC belum menarik pasukannya. Mereka tidak punya pilihan selain menarik diri sepenuhnya dan tanpa syarat atau menghadapi konfrontasi militer,” ujar Al-Khanbashi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya, Kamis.
Al-Khanbashi menuding pasukan STC berupaya menguasai sumber daya minyak di wilayah Hadramaut. Ia pesimistis pasukan tersebut akan mundur secara damai, sehingga ketegangan diperkirakan terus berlanjut.
Ketegangan di Yaman selatan meningkat sejak bulan lalu, setelah pasukan STC merebut Provinsi Hadramaut dan Al-Mahra dari pasukan pemerintah. Kedua provinsi itu mencakup hampir separuh luas wilayah Yaman, menjadikannya kawasan strategis.
Pada Selasa, Arab Saudi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) mendorong STC melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan Kerajaan. Tuduhan itu dibantah UEA, yang menegaskan komitmennya terhadap keamanan Saudi.
Di hari yang sama, Dewan Kepresidenan Yaman membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan UEA dan memerintahkan seluruh pasukan Emirat meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.
STC selama ini mengklaim wilayah selatan Yaman telah dimarginalkan secara politik dan ekonomi oleh pemerintah pusat. Mereka menyerukan pemisahan dari wilayah utara, namun klaim tersebut ditolak otoritas Yaman yang menegaskan komitmen menjaga keutuhan negara. [ham]




