telusur.co.id - Aktris Hollywood Hayden Panettiere membagikan pengalaman traumatis yang dialaminya saat berusia 18 tahun dalam memoar terbarunya, This Is Me: A Reckoning, yang dirilis pada 19 Mei.
Dalam buku tersebut, bintang Scream VI itu mengenang sebuah kejadian di atas “super yacht” yang dipenuhi selebriti, ketika seorang teman dekatnya diduga mencoba mendorongnya untuk berhubungan intim dengan seorang pria terkenal yang lebih tua.
Pengakuan itu langsung memicu perhatian publik dan membuat banyak penggemar berspekulasi mengenai identitas pria yang hanya disebut Hayden sebagai “penyanyi-penulis lagu Inggris terkenal berusia tiga puluhan.”
Hayden mengungkapkan bahwa saat itu ia merasa kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
“Tubuhku tak lagi terasa seperti milikku sendiri,” tulis Hayden dalam kutipan memoarnya.
Ia juga menceritakan bagaimana teman perempuannya, yang selama ini dianggap sangat dekat dengannya, tiba-tiba membisikkan permintaan mengejutkan sebelum meninggalkannya sendirian bersama pria tersebut.
Meski sempat merasa tertekan oleh situasi itu, Hayden mengatakan naluri bertahan hidupnya langsung muncul sesaat setelah pintu ruangan tertutup.
“Aku langsung berkata, ‘Dengar… aku tidak tahu apa yang dia katakan padamu, tapi ini tidak akan terjadi,’” ungkap Hayden dalam bukunya.
Setelah kejadian tersebut, Hayden memilih meninggalkan kapal pesiar dan mengemasi barang-barangnya. Ia mengaku merasa sangat dikhianati oleh sosok teman yang sebelumnya begitu dipercayainya.
“Aku merasa seperti ditendang di muka,” tulisnya. “Dia memperlakukanku seperti sahabat, lalu berbalik memperlakukanku seperti wanita panggilan.”
Memoar ini juga membahas perjalanan hidup Hayden di bawah sorotan publik, termasuk perjuangannya melawan kecanduan, hubungan pribadi, hingga dinamika keluarganya.
Satu minggu sebelum peluncuran buku, Hayden sempat membicarakan pengalaman tersebut saat tampil di podcast On Purpose with Jay Shetty milik Jay Shetty.
Dalam wawancara itu, Hayden menyoroti bagaimana dirinya yang masih berusia 18 tahun kala itu belum sepenuhnya mampu memahami situasi berbahaya di sekitarnya.
“Secara ilmiah, lobus frontal manusia belum berkembang penuh sampai usia sekitar 25 atau 26 tahun,” ujar Hayden. “Jadi meskipun saya merasa dewasa dan mampu membuat keputusan sendiri, sebenarnya saya belum sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi.”



