Operator kompetisi sepak bola di Indonesia, melalui Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan pencabutan larangan suporter tandang (away) pada kompetisi 2026/2027. Larangan tersebut diputuskan sejak adanya tragedi berdarah Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam.
Ketika itu dilaporkan sebanyak 135 korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka akibat insiden yang terjadi di dalam dan luaar stadion Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya.
Akhirnya, kebijakan tersebut bisa dicabut pada musim depan. Hal ini merupakan hasil dari proses panjang yang diajukan I.League kepada FIFA. Ferry menyebut langkah itu mendapat persetujuan dari FIFA dengan sejumlah catatan yang wajib dipatuhi klub dan suporter.
"Iya, perjalanan panjang ya. Perjalanan panjang yang sudah terus kita deliver, terutama tahun terakhir ini bisa dibilang beberapa persoalan-persoalan berkaitan dengan suporter ini bisa dibilang sangat minim," kata Ferry kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
"Dengan dasar itu, kita coba propose ke FIFA. Dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," sambungnya.
Ferry menegaskan, catatan tersebut berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi yang telah disampaikan kepada seluruh klub. Menurutnya, klub memiliki tanggung jawab untuk memastikan aturan mengenai suporter benar-benar dijalankan.
"Ada dengan catatan ini, mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan menyiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub. Jadi klub-klub itu kita sudah share apa-apa saja regulasi yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dihindari, sehingga kontinuitas daripada suporter ini bisa terus terjaga," ungkap Ferry.
Dengan demikian, pencabutan larangan suporter away bukan berarti seluruh pertandingan kompetisi yang berada di bawah naungan I.League musim 2026/2027 dapat dihadiri suporter tim tamu. I.League tetap memberikan batasan, khususnya untuk pertandingan yang memiliki tingkat rivalitas tinggi atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
"Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi intelijen, ya dilarang untuk dilakukan," tegasnya.
Ferry kemudian memberikan contoh pertandingan yang tetap tidak diperbolehkan dihadiri suporter tandang, meskipun kebijakan umum larangan away telah dicabut.
"Terutama misalnya seperti Arema lawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap dilarang. Bisa jadi ada kebijakan-kebijakan lain yang juga melarang, tetapi indikatornya, basic-nya adalah dari informasi atau keputusan dari kepolisian," jelas Ferry.
Artinya, pertandingan dengan rivalitas tinggi seperti Arema FC melawan Persebaya Surabaya serta Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung masih menjadi pengecualian. Selain faktor rivalitas, rekomendasi dan informasi dari pihak kepolisian juga menjadi dasar dalam menentukan apakah suporter tandang diperbolehkan hadir.
Sementara itu, I.League telah merilis kalender kompetisi musim depan sebelumnya. Untuk kasta teratas Super League akan dimulai pada 4 September 2026. Laga antara Bali United vs PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar didapuk menjadi partai pembuka.
Sedangkan untuk kasta kedua, Championship akan diputar pada 12 September 2026. Lalu, kompetisi pendamping liga yaitu League Cup akan kick-off pada 3 November 2026 mendatang.



