telusur.co.id - Leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 antara Atletico Madrid dan Arsenal berakhir imbang 1-1 di Wanda Metropolitano, Rabu (29/4/2026) atau Kamis dini hari WIB. Arsenal unggul lebih dulu lewat gol Viktor Gyokeres pada menit ke-44, sebelum penalti Julian Alvarez menyamakan kedudukan pada menit ke-56. Tidak ada gol tambahan hingga peluit akhir berbunyi.
Namun, cerita menarik terjadi jauh sebelum pertandingan dimulai. Beberapa jam sebelum kick-off, staf lapangan Arsenal mempertanyakan kondisi rumput di stadion Wanda Metropolitano. Mereka khawatir ketinggian rumput yang berlebihan bisa memperlambat bola, memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.
Arsenal pun meminta UEFA untuk mengukur panjang rumput. Hasilnya: 26 milimeter, masih aman dan sesuai regulasi, karena batas maksimal lapangan adalah 30 milimeter.
Jurnalis Spanyol kenamaan, Guillem Balague, membocorkan insiden ini ke publik. “Staf lapangan Arsenal datang dan mengira rumputnya terlalu tinggi. Mereka meminta UEFA untuk mengukurnya. UEFA sempat curiga ini ulah Simeone, tapi akhirnya diumumkan tinggi rumput 26 mm, masih di bawah batas maksimal 30 mm,” jelas Balague.
Legenda Italia dan Juventus, Alessandro Del Piero, menyesalkan insiden “perang rumput” tersebut yang memunculkan rumor menjelang semifinal. “Kondisi lapangan memang penting bagi tuan rumah. Tapi saya tidak suka kalau terlalu banyak rumor soal ini. Arsenal tampak sedikit kesulitan hingga memperhatikan setiap detail,” ujar Del Piero.
Hasil imbang di leg pertama membuat peluang Atletico Madrid dan Arsenal sama besar untuk melaju ke final. Leg kedua dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei mendatang.



