telusur.co.id - Juru bicara Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa meski gencatan senjata telah berlaku, negeri ini tetap berada dalam keadaan siaga militer penuh. Dalam sebuah wawancara televisi pada hari Selasa, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa Angkatan Darat terus memperbarui daftar targetnya, menyempurnakan strategi, dan meningkatkan peralatan militer selama jeda perang agresi AS-Israel.
“Perang belum benar-benar berakhir,” kata Akraminia. “Sejak gencatan senjata pertama diterapkan, kami tidak pernah berhenti memantau musuh, melatih pasukan, dan memperkuat kemampuan kami. Iran tetap siap menghadapi setiap ancaman baru dengan alat dan metode yang lebih canggih.”
Jenderal tersebut menambahkan bahwa Angkatan Darat telah mengembangkan “kartu kemenangan” baru yang belum digunakan, dan pengalaman dari konflik sebelumnya telah memberi Iran kemampuan untuk memberikan respons lebih kuat dan menentukan di masa depan.
Latar belakangnya, pada 28 Februari, AS dan Israel dilaporkan melancarkan agresi militer terhadap Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat senior, termasuk Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Iran membalas serangan tersebut dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi militer AS dan Israel, menghasilkan lebih dari 100 gelombang balasan dalam 40 hari.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan tercapai pada 8 April, membuka jalan bagi pembicaraan damai di Islamabad. Namun, Iran menegaskan bahwa keberlanjutan negosiasi bergantung pada pencabutan blokade angkatan laut AS, yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.



