telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sebuah gudang yang menyimpan sistem anti-drone Ukraina hancur dalam operasi rudal di Dubai, Uni Emirat Arab.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengatakan pada hari Sabtu (28/3/2026) bahwa, bersamaan dengan penargetan tempat persembunyian komandan dan tentara Amerika Serikat (AS) di Dubai, yang menimbulkan banyak korban jiwa di pihak mereka, sebuah gudang yang menyimpan sistem anti-drone milik Ukraina, yang dimaksudkan untuk membantu militer AS, menjadi sasaran operasi gabungan Angkatan Udara dan Angkatan Laut IRGC dan hancur. Ia mencatat bahwa 21 warga Ukraina juga berada di lokasi tersebut.
Juru bicara tersebut mengatakan tidak ada informasi mengenai nasib pasukan Ukraina yang berada di gudang tersebut, yang kemungkinan besar telah tewas.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan-serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi AS dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.[Nug]



