telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk di Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Juru bicara markas komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar fasilitas baja milik AS di Abu Dhabi, pabrik aluminium di Bahrain, serta fasilitas industri militer milik produsen senjata Israel, Rafael.
Selain itu, Iran juga disebut menyerang pangkalan militer AS di dekat Manama, Bahrain, serta melancarkan serangan ke tiga pangkalan udara Israel, yakni Tel Nof, Palmahim, dan Ben Gurion.
Menurut Zolfaghari, serangan ini merupakan respons atas operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Dalam pernyataannya, Iran menuduh operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk akibat pemboman sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran.
Pemerintah Iran mengklaim jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai lebih dari 1.200 orang.
Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik kawasan, dengan potensi dampak luas terhadap stabilitas keamanan dan geopolitik di Timur Tengah. [ham]



