telusur.co.id -Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa upaya Amerika Serikat (AS) dan koalisi sekutunya untuk menundukkan Iran telah berakhir dengan kekalahan strategis yang telak.
Meski telah mengerahkan instrumen militer, tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga perang propaganda, pihak musuh dinilai gagal total mencapai sasaran utama mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Dokumen Pertahanan Suci IRGC, Jenderal Ramezan Sharif, dalam sebuah acara di Kota Arak, Iran tengah, pada Minggu (26/7/2026) malam, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim.
"Musuh mengalami kegagalan strategis di setiap tingkatan. Capaian perlawanan ini merupakan buah dari pengorbanan para syuhada, arahan bijaksana Pemimpin Revolusi Islam, serta keteguhan rakyat yang konsisten menjaga identitas keagamaan dan revolusioner mereka dalam menepis konspirasi kompleks musuh," ujar Sharif.
Sharif memaparkan bahwa koalisi yang melibatkan AS, Uni Eropa, rezim Zionis, serta sejumlah negara kawasan telah mengerahkan seluruh kapasitas spionase, intelijen, dan propaganda.
Kendati demikian, aliansi terkoordinasi tersebut tetap tidak mampu merubuhkan ketahanan nasional bangsa Iran.
Menurut Sharif, kalkulasi awal musuh yang memprediksi bakal terjadinya keruntuhan sistem pemerintahan Iran pada hari-hari pertama konflik terbukti keliru di mata dunia internasional.
Ia menegaskan bahwa rencana musuh untuk memecah belah dan membagi wilayah geografis Iran dari timur ke barat pun berhasil dipatahkan.
Lebih lanjut, Sharif menilai pengakuan kekalahan dari pihak Presiden AS menjadi bukti nyata dari kegigihan serta kepemimpinan para komandan militer Iran, seperti mendiang mantan Komandan IRGC Letnan Jenderal Mohammad Pakpour.
Ia menggarisbawahi bahwa kedalaman strategis Republik Islam Iran selama empat dekade terakhir tidak pernah mengalami kekosongan intelektual dalam menentukan arah masa depan.
Seluruh kebijakan pertahanan negara, tegasnya, selalu ditopang oleh pemikiran revolusioner, kajian ilmiah, serta pengalaman tempur yang matang.
Laporan: Dhanis Iswara.



