telusur.co.id - Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus terhenti di babak 16 besar Badminton Asia Championships 2026 setelah melalui laga ketat tiga gim, di Ningbo, Cina, Kamis (9/4/2026).
Menghadapi pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, unggulan ketujuh itu kalah dengan skor 21-23, 22-20, 10-21 dalam pertandingan yang berlangsung sengit namun penuh drama.
Usai pertandingan, Felisha mengungkapkan rasa kecewanya usai laga, terutama karena peluang kemenangan sebenarnya sempat berada di tangan mereka.
“Di gim pertama kami sudah unggul 20-16, tapi bisa tersusul dan kalah. Itu sangat disayangkan. Padahal kesempatan menang cukup besar,” ujarnyadalam keterangan yang didaar melalui WA grup PBSI.
Meski sempat bangkit di gim kedua dan memaksakan rubber game, performa Jafar/Felisha justru menurun di gim penentuan. Banyaknya kesalahan sendiri menjadi faktor utama kekalahan.
“Di gim ketiga kami banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Jauh dari harapan,” tambah Felisha.
Ia juga mengakui bahwa strategi permainan tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, mereka berusaha tampil menyerang dengan menghindari reli panjang. Namun, lawan mampu mengubah pola permainan.
“Pasangan Korea defense-nya sangat kuat. Kami ingin bermain cepat tanpa banyak lob, tapi mereka justru mengangkat bola lebih dulu dan tidak masuk ke pola kami,” jelasnya.
Senada dengan Felisha, Jafar menilai kekuatan utama lawan terletak pada pertahanan solid serta variasi permainan, khususnya dari pemain putri di depan net.
“Walaupun pasangan baru, mereka bermain sangat bagus. Defense mereka kuat sekali, dan pemain putrinya punya blok depan serta variasi yang menyulitkan,” kata Jafar.
Ia pun menyoroti evaluasi penting bagi dirinya, terutama dalam hal konsistensi dan kekuatan pukulan.
“Saya harus lebih konsisten, mengurangi kesalahan sendiri, dan menambah power, apalagi dengan kondisi shuttlecock yang cukup lambat di sini,” ungkapnya.



