Jawa Timur Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,33 Persen Sepanjang 2025 - Telusur

Jawa Timur Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,33 Persen Sepanjang 2025

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Kinerja perekonomian Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan tren positif hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada 5 Februari 2026, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,85 persen secara year-on-year (y-on-y), mendekati angka 6 persen dibandingkan Triwulan IV-2024.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,33 persen (cumulative to cumulative/c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi akselerasi ekonomi daerah di tengah tantangan perekonomian nasional dan global.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didorong oleh kinerja berbagai lapangan usaha yang bergerak secara inklusif. Secara y-on-y, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh lapangan usaha Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 9,86 persen. Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh signifikan sebesar 6,66 persen, menandakan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga hingga akhir tahun merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah hingga penghujung tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim terus bertumbuh. Di tengah berbagai dinamika nasional, insyaallah perekonomian Jawa Timur terus tumbuh konsisten dan inklusif,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (6/2).

Khofifah menambahkan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh penguatan investasi mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas serta prospek perekonomian Jawa Timur ke depan. Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi bukti resiliensi ekonomi daerah yang dibangun melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Selalu kami sampaikan bahwa penting sekali untuk menjaga iklim investasi di suatu daerah. Untuk itu, diperlukan kerja keras dari semua pihak agar Jawa Timur tetap menjadi favorit bagi investor,” terangnya.

Berdasarkan struktur ekonomi, perekonomian Jawa Timur masih ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 31,32 persen, perdagangan sebesar 18,55 persen, serta pertanian sebesar 10,74 persen. Dengan struktur tersebut, Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,06 persen, sekaligus kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional dengan porsi 14,21 persen.

Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 telah mencapai Rp3.403,17 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita Jawa Timur meningkat menjadi Rp80,86 juta.

“Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara agregat sepanjang tahun lalu,” kata Khofifah.

Secara c-to-c, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 tercatat pada sektor Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 9,24 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kinerja biro dan agen perjalanan wisata sepanjang tahun. Selain itu, sektor Akomodasi dan Makan Minum juga mencatatkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas penyediaan makan dan minum, antara lain sebagai dampak dari implementasi program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,63 persen. Capaian ini didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan antarwilayah, baik domestik maupun internasional.

Dengan berbagai capaian tersebut, Gubernur Khofifah optimistis tren positif perekonomian Jawa Timur akan terus berlanjut pada awal tahun 2026. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga stabilitas dan iklim kondusif yang telah terbangun.

“Capaian akhir tahun ini menjadi modal awal yang kuat memasuki tahun 2026. Bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk terus memacu kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.


Tinggalkan Komentar