telusur.co.id -Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai bergerak aktif guna memperkuat tim kepelatihannya dengan melibatkan pelatih-pelatih lokal. Yang terbaru, bukan sosok pelatih lapangan yang ia pilih lebih dulu, melainkan seorang analis video dan data berbakat, Dzikry Lazuardi, untuk membantu menambah kualitas permainan dan strategi tim Garuda.
Dzikry, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Analis di Persija Jakarta, secara resmi berpamitan dengan skuad Macan Kemayoran usai kemenangan 2-0 atas Persita Tangerang pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Indomilk Arena, Jumat (30/1/2026).
Langkah ini menjadi catatan menarik karena Dzikry menjadi asisten lokal pertama yang ditarik langsung oleh Herdman ke dalam staf kepelatihannya.
Seperti diwartakan sebelumnya, pelatih asal Inggris tersebut melakukan kunjungan ke Persija Training Ground, Bojongsari, Jawa Barat, Selasa (27/1) lalu. Dengan berbagai pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki Dzikry, Herdman tidak perlu ragu untuk meminangnya ke dalam staf kepelatihannya.
Bagi Dzikry, keputusan meninggalkan Persija di tengah musim bukanlah perkara mudah. Sejak bergabung pada 2024, eks analis di Persipura Jayapura dan Persis Solo ini telah menjalin ikatan emosional yang kuat dengan para pemain dan staf di Jakarta.
"Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Saya sebenarnya tidak pernah ada kepikiran untuk keluar dari Persija di tengah musim. Saya ingin mengakhiri musim ini bersama Persija, bekerja bersama, menang bersama, semua selalu bersama-sama,” ujar Dzikry pada momen perpisahannya di video Youtube resmi Persija, Minggu (1/2).
Meski berat, Dzikry melihat kesempatan bekerja di bawah arahan John Herdman sebagai peluang besar untuk berkontribusi pada kemajuan sepak bola nasional di level internasional dan juga karir profesionalnya.
"Tetapi memang di dalam sepak bola ada perpisahan. Dan saya mendapatkan kesempatan juga untuk menjadi analis di timnas Indonesia," ujarnya.
Walaupun kini secara resmi berpindah tugas, pria berusia 28 tahun ini menegaskan bahwa hatinya tetap tertambat pada klub kebanggaan The Jakmania tersebut. Ia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan moral bagi rekan-rekannya di Persija meski tidak lagi berada di dalam klub.
“Saya tetap membantu Persija dari jauh dan selalu ingin Persija menang setiap minggunya, dan bisa untuk mendapatkan target juara musim ini,” tambah Dzikry.
Dalam salam perpisahannya, Dzikry memohon maaf kepada seluruh jajaran tim apabila terdapat kekeliruan selama masa kerjanya. Ia juga mengungkapkan harapan untuk segera bertemu kembali dengan para pilar Persija yang menjadi langganan Timnas Indonesia dalam sesi pemusatan latihan mendatang.
"Dan saya meminta maaf jika ada kesalahan. Saya merasa punya keluarga di sini."
"Untuk teman-teman pemain yang berpaspor Indonesia semoga kita bisa bertemu di pelatihan tim nasional," harap Dzikry.
Peran analis di dalam tim sepak bola sangat penting di sebuah klub atau tim nasional. Dari kemampuan analis membaca data dan apapun yang terjadi di lapangan, akan memberikan sebuah masukan penting bagi pelatih kepala untuk menentukan cara bermain menghadapi lawan-lawannya yang memiliki karakter taktis yang berbeda.



