Kado HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas Perkuat Integrasi Transportasi Publik - Telusur

Kado HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas Perkuat Integrasi Transportasi Publik

Proyek pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Foto: dok. MRT Jakarta.

telusur.co.id -Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas pada Minggu (21/6/2026). Infrastruktur ini menjadi kado bagi warga pada peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Proyek tersebut akan berfungsi sebagai penghubung utama seluruh kawasan transit Dukuh Atas, yang merupakan salah satu simpul transportasi publik terintegrasi di ibu kota.

Pencanangan proyek itu turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Chargé d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Myochin Mitsuru, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT MRT Jakarta (Perseroda).

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik beserta konektivitas antarmoda.

“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” kata Pramono dalam sambutannya kepada awak media, Minggu (21/6).

Pramono mengungkapkan, Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarmoda, tetapi juga akan membentuk wajah baru kawasan Sudirman-Dukuh Atas yang lebih modern, ramah pejalan kaki, dan terintegrasi. Infrastruktur tersebut dirancang agar dapat diakses secara aman dan nyaman oleh seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.

“Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028,” ujarnya.

Selain mendukung mobilitas warga, keberadaan Pedestrian Deck Dukuh Atas juga diharapkan mampu menghidupkan ruang publik dan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengatakan tingginya mobilitas pengguna transportasi publik di kawasan Dukuh Atas membutuhkan infrastruktur penghubung yang mampu mendukung perpindahan antarmoda secara lebih efektif.

“Hadirnya Pedestrian Deck Dukuh Atas akan memastikan konektivitas yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki saat bermobilitas antar-area dan berpindah moda transportasi publik,” kata Tuhiyat..

Menurut Tuhiyat, pembangunan fasilitas tersebut akan meningkatkan efisiensi perjalanan sekaligus memperkuat aspek inklusivitas bagi seluruh pengguna.

“Selain meningkatkan kenyamanan mobilitas, infrastruktur ini akan menghadirkan perjalanan yang lebih efisien dan inklusif dengan memangkas waktu berjalan kaki hingga sekitar 7 menit serta mengurangi jarak tempuh hingga sekitar 400 meter saat berpindah antarmoda."

"Pedestrian Deck Dukuh Atas juga dirancang dengan memperhatikan aspek aksesibilitas sehingga dapat digunakan secara aman, nyaman, dan setara oleh seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Lebih dari itu, infrastruktur ini akan menjadi ruang publik dan ikon baru kawasan transit yang dibangun dengan pendekatan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai pengelola kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, PT MRT Jakarta mendapat penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas.

Dukuh Atas sendiri merupakan salah satu kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi di Jakarta dan menjadi kawasan TOD pertama di ibu kota. Kehadiran Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan semakin memperkuat komitmen Jakarta dalam mewujudkan sistem mobilitas berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, dinamis, serta mampu menghidupkan ruang kota.


Tinggalkan Komentar