telusur.co.id, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mempertegas komitmennya untuk menyediakan sarana prasarana Presidensi G20 Indonesia.
Presidensi G20 ini akan diselenggarakan di 25 kota dengan jumlah 20.988 delegasi serta ratusan rangkaian kegiatan. Untuk itu, infrastruktur dasar harus dipersiapkan secara detail.
Demikian disampaikan Sekretaris Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake, dalam Forum Merdeka Barat 9, dengan tema: Sinergi Sukseskan Agenda Presidensi G20, Rabu (2/3/2022).
Acara ini juga disiarkan langsung melalui FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).
“Kemarin dengan Kementerian PUPR kami meninjau langsung, bahkan
istilahnya sampai ke kolong jembatan, melihat secara langsung bagaimana
ketahanan jalan yang akan dilewati kendaraan-kendaraan jenis tertentu
dengan tonase besar, sehingga diperlukan infrastruktur dasar yang
kuat,” kata Ayodhia G L Kalake.
Sebagai tuan rumah presidensi G20, lanjut Ayodhia G L Kalake, Indonesia sudah siap untuk menyelenggarakan ratusan pertemuan internasional di
25 kota sepanjang tahun 2022 ini.
“Ya Kemenko Kemaritiman dan Investasi khususnya, sejak tahun lalu kita
sudah mulai melakukan serangkaian persiapan untuk penyelenggaraan
Presidensi G20,” kata Ayodhia G L Kalake.
Kemenko Kemaritiman dan Investasi sebagai ketua bidang dukungan penyelenggaraan acara, menurut Ayodhia, membawahi lima bidang, yakni bidang logistik dan infrastruktur, bidang komunikasi dan media, bidang side event, bidang pengamanan, dan bidang protokol kesehatan.
Ayodhia G L Kalake, juga menjelaskan, Presidensi Indonesia di G20 menjadi momentum percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Karena dihadapan 20 negara anggota, ini bisa mempertegas komitmen pemerintah Indonesia terhadap kontribusi pada lingkungan global.
"Tentu ini akan jadi salah showcase Indonesia juga sebagai komitmen pemerintah Indonesia terkait dengan zero emission, bagaimana kita menurunkan polusi global dengan menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” kata Ayodhia G L Kalake.
Ayodhia G L Kalake mengatakan bahwa dalam serangkaian kegiatan di Presidensi G20 ini kendaraan motor listrik berbasis baterai akan menjadi kendaraan utama yang dipakai.
“Di dalam penyelenggaraan ini kita akan menggunakan kendaraan motor listrik berbasis baterai, produk Indonesia," kata dia.
"Khususnya untuk kendaraan
resmi, itu sudah resmi diproduksi di Indonesia dan diharapkan maret ini
sudah mulai berproduksi,” sambung dia.
Selain itu, momen Presidensi G20 ini, menurutnya juga bakal menjadi momentum yang bagus untuk pengembangan industri kendaraan motor listrik berbasis baterai. Ayodhia berharap kendaraan listrik ini bisa segera diproduksi massal di Indonesia.
Pengembangan industri kendaraan motor listrik memang menjadi salah satu fokus Presiden Jokowi.
Presiden bahkan optimis jika Indonesia bisa menjadi raja produsen kendaraan listrik.
"Kita harap Indonesia betul-betul mampu merajai menjadi produsen dari kendaraan listrik, dan kita targetkan di 2025 (produksi) 2 juta kendaraan listrik bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia," kata Jokowi.



