Ketua Komisi IX DPR: Penanganan KLB Campak di Jateng Baik, Edukasi Publik Harus Diperkuat - Telusur

Ketua Komisi IX DPR: Penanganan KLB Campak di Jateng Baik, Edukasi Publik Harus Diperkuat

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene. foto nasdem

telusur.co.id - Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak telah berjalan dengan baik. Namun, ia menekankan perlunya penguatan edukasi publik secara lebih masif dan kolaboratif untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Felly usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, beserta jajaran dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (30/3/2026).

Menurut Felly, tingkat penularan campak yang sangat tinggi menjadi alasan utama pentingnya edukasi masyarakat yang berkelanjutan. Ia menyebut, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan penyakit tersebut kepada hingga 18 orang lainnya.

“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memperluas penyebaran campak di tengah masyarakat.

“Kita tahu masih ada orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Ini menjadi masalah serius jika dibiarkan,” tegas legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Utara tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap campak harus terus ditingkatkan. Ia menyebut daya tular campak bahkan lebih tinggi dibandingkan Covid-19, sehingga penguatan imunisasi menjadi langkah kunci dalam pencegahan.

“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama,” jelasnya.

Sebagai informasi, Campak atau rubeola merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus Morbillivirus. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh.

Penularan terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare berat, hingga kematian, terutama pada anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi. [ham]


Tinggalkan Komentar