telusur.co.id -Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Meta segera memulihkan akun WhatsApp masyarakat yang terdampak penonaktifan sistem. Karena, pemerintah banyak menerima aduan masyarakat terkait akun WhatsApp yang tiba-tiba dinonaktifkan.
"WhatsApp mengakui penonaktifan sejumlah akun terjadi akibat kesalahan sistem secara global dan memastikan pengguna dapat mengajukan banding yang akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam," kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar, dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Alex menyampaikan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Meta sejak 14 Agustus 2026 untuk meminta penjelasan mengenai persoalan tersebut.
"Selama kurang lebih seminggu kami berkirim surat pertama ke Meta untuk meminta penjelasan terkait dengan banyaknya aduan terkait akun yang dinonaktifkan," ujarnya.
Lantaran belum memperoleh respons sesuai waktu yang diharapkan, Komdigi lantas meminta perwakilan WhatsApp Asia Pasifik hadir secara langsung untuk menjelaskan persoalan tersebut kepada pemerintah.
Alex menegaskan pertemuan tersebut secara khusus membahas pemblokiran akun WhatsApp yang dikeluhkan masyarakat.
"Karena sampai jam kerja selesai tidak ada respons dari Meta sehingga kami memanggil Meta untuk bisa hadir secara fisik di tempat kami di kantor ini untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah," ungkapnya.
Komdigi juga meminta mekanisme pemulihan tersebut dapat berjalan lebih cepat agar masyarakat yang terdampak kesalahan sistem segera kembali memperoleh akses ke akun mereka.
"Pemerintah juga terus memantau penanganan aduan masyarakat dan tindak lanjut Meta atas persoalan tersebut," kata Alex.
Dalam pertemuan itu, Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh menyampaikan permintaan maaf dan simpati kepada pengguna WhatsApp di Indonesia yang terdampak kehilangan akses.
Esther menjelaskan sistem WhatsApp melakukan deteksi terhadap akun dan perilaku yang dinilai melanggar ketentuan layanan. Namun, dalam proses tersebut terjadi kesalahan sistem sehingga sejumlah akun yang seharusnya tidak dinonaktifkan ikut terdampak.
"Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini kemudian sistem kami melakukan kesalahan," ujar Esther.
Menurut Esther, WhatsApp telah melakukan mitigasi dan berupaya mengembalikan akses terhadap akun yang terdampak.
"Secara cepat sistem dan mitigasi sudah dilakukan untuk mengembalikan akun-akun yang kami melakukan kesalahan dalam memblokir akun-akun ini," katanya.
Esther menegaskan, persoalan tersebut tidak secara khusus menargetkan pengguna di Indonesia. Kesalahan sistem terjadi secara global.
"Hal ini terjadi secara global. Jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia," ujarnya.
Ia memastikan, proses pemulihan terus berjalan. Akun yang terdampak kesalahan sistem akan dikembalikan setelah melalui proses mitigasi.
"Ini memang kesalahan sistem yang langsung dimitigasi dan dengan demikian kami langsung berupaya untuk unban atau mengembalikan akun ke masyarakat kembali," kata Esther.
Bagi pengguna yang hingga kini belum mendapatkan kembali akses, WhatsApp menyediakan mekanisme banding langsung melalui aplikasi. "Pengguna bisa secara langsung melakukan banding di dalam aplikasi," ujar Esther.
Ia mengatakan, setiap pengajuan banding akan ditinjau oleh WhatsApp dalam waktu kurang dari 24 jam. "Proses tersebut akan ditinjau oleh WhatsApp dalam kurang dari 24 jam, itu komitmen dari kami," ujarnya.[Nug]



