telusur.co.id - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti tren penurunan jumlah mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) di daerah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam keterangannya, dia menegaskan bahwa PTS selama ini memiliki kontribusi besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama di wilayah-wilayah yang daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) masih terbatas.
Bahkan, sebagian besar mahasiswa di Indonesia saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.
"Kami memandang penurunan jumlah mahasiswa di PTS merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian. Jika tren ini terus berlangsung, dampaknya bukan hanya pada keberlangsungan PTS, tetapi juga dapat mengurangi akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Karena itu, persoalan ini harus dilihat sebagai isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ujar Hetifah saat dihubungi telusur, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan jumlah mahasiswa baru di PTS daerah terus menurun. Salah satunya adalah faktor demografi, yakni berkurangnya jumlah lulusan SMA dan SMK di sejumlah daerah akibat perubahan struktur penduduk.
Selain itu, tutur Hetifah, besarnya daya tampung PTN melalui berbagai jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) juga menjadi salah satu penyebab utama.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar calon mahasiswa lebih memilih melanjutkan pendidikan ke PTN dibandingkan PTS.
"Banyak keluarga yang menghadapi keterbatasan finansial sehingga memilih menunda kuliah atau mencari perguruan tinggi yang menawarkan biaya pendidikan lebih terjangkau," ungkap Politikus Golkar itu.
Dia juga menyoroti masih adanya kesenjangan kualitas, akreditasi, fasilitas, dan reputasi antara sebagian PTS di daerah dengan perguruan tinggi yang lebih besar di kota-kota utama.
Di sisi lain, sambung Hetifah, perkembangan pembelajaran daring dan meningkatnya mobilitas mahasiswa turut membuka lebih banyak pilihan kampus bagi calon mahasiswa di luar daerah asal mereka.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi X DPR RI saat ini tengah menjalankan Panitia Kerja (Panja) Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Salah satu tujuan Panja tersebut adalah mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adil dan seimbang bagi PTN maupun PTS.
"Melalui Panja SPMB, kami ingin memastikan bahwa kebijakan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya menguntungkan PTN, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan PTS," jelas Hetifah.
Dalam berbagai rapat kerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Hetifah juga terus mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mendukung keberlanjutan PTS, khususnya di daerah.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperluas program bantuan pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang memilih menempuh pendidikan di PTS.
Dengan demikian, dikatakan Hetifah, akses pendidikan tinggi tidak hanya terpusat pada perguruan tinggi negeri.
Selain dukungan dari pemerintah, dia juga mendorong PTS untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan akreditasi, peningkatan kapasitas dosen, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Ke depan, Hetifah menuturkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi perlu semakin diperkuat.
"Dengan dukungan berbagai pihak, PTS daerah diharapkan tetap menjadi pilihan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," pungkas dia.
Laporan: Malik Sihite



